Anda harus mengaktifkan JavaScript agar bisa mendapatkan informasi-informasi kami. Atau mungkin browser anda tidak mendukung JavaScript

GPIB "ZEBAOTH" Bogor , Anggota ti Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat - Gereja Protestan di Indonesia bagian Kulon - Protestant Church in the Western part of Indonesia - De Protestantse Kerk Westelijk Indonesie. Anu mangrupa salah sahiji ti 53 jemaat mimiti GPIB di warsih 1948. Gereja ieu perenahna di puseur dayeuh Bogor ti Indonesia sarta mangrupa hiji-hijina gereja anu aya dina lingkungan Kebun Raya Bogor. Peletakan batu kahiji gedong gereja Zebaoth dipigawe dina 30 Januari 1920 sarta dibere wasta Köningin Wilhelminakerk.

SAMPURASUN

 

WARTOS

Akan dilaksanakan pada :
Hari/Tgl. : Minggu, 6 Mei 2018
Waktu : Pukul 11.00 WIB
Tempat : GSG 1 Bogor
Mereka Selamat Kita Sehat.

 



     Mengajak jemaat untuk melakukan aksi AYO MENABUNG SAMPAH sebagai gerakan dunia mendukung pengurangan volume sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) dengan program 3 R (Reduce, Reuse, Recycling)

  1. Hari menabung ditentukan yaitu :
    • Hari Kamis, Pukul 14.00 – 17.00
    • Hari Sabtu, Pukul 14.00 – 17.00
    • Hari Minggu, Pukul 08.00 – 12.00
  2. Petugas yang dapat dihubungi:
    • Bpk. Gustaf Pella : HP 0812-9692-685
    • Bpk. Medi Waluya : HP 0818-273-321
    • Bpk. Japer Situmorang : HP 0813-1903-0359
  3. Pengambilan tabungan pada setiap periode penjualan sampah selesai dilakukan.
  4. Menjaga kebersihan lingkungan gereja.







GPIB telah melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.



Ruang KMJ

     Dalam menata, mengatur dan mengelola gereja sebagai Persekutuan (kebersamaan) bukan dengan interpretasi, asumsi-asumsi dan pretensi orang-orang di dalam Gereja itu, seperti: Pendeta , Fungsionaris Pelayanan dan warga Jemaat. Apa lagi untuk menata dan mengatur Jemaat GPIB yang sebesar ini dengan keragaman latar belakang suku, budaya, tradisi dan sumber daya warganya. Situasinya sangat kompleks. Tentu tidak gampang. Coba bayangkan jika setiap orang melihat Gereja ini (GPIB) dari sudut pandang “kacamata” dan asumsinya sendiri-sendiri. Apa yang akan terjadi? Tidak heran jika di Jemaat-Jemaat GPIB tidak pernah sepi dari konflik, friksi dan pertentangan-pertentangan. Padahal warga Jemaat sangat merindukan adanya persekutuan yang damai.

     Pertentangan-pertentangan di dalam Gereja merupakan dinamika dalam berjemaat yang membuktikan bahwa Jemaat tersebut hidup atau dinamis. Tetapi kalau sering berkonflik, apakah masih disebut dinamika lagi?. Bukankah itu suatu keprihatinan jika warga Jemaat sampai mengabaikan panggilannya untuk menghadirkan kabar sukacita dan damai sejahtera kepada dunia di sekitarnya. Padahal itulah tugas dasariahnya.

     Cara pendekatan pengelolaan Jemaat GPIB dan penyelesaian masalah di dalamnya, mesti dengan pendekatan Teologi (Pemahaman Iman), bukan dengan asumsi-asumsi atau penafsiran orang, sebab itu Teologi adalah “Panglima”. Artinya, karena ini institusi/lembaga Gereja, maka Teologi harus diberi tempat yang penting, utama dan sentral di dalam pembangunan Jemaat. Apa itu Teologi? Teologi yaitu ajaran gereja, ibadah-ibadah, pemberitaan Firman (khotbah), percakapan penggembalaan, pengucapan syukur, dan lain-lain. Warga Jemaat memberi persembahan, karena mereka berjumpa dengan Allah dan mendengar Firman yang menyegarkan dan memperbaharui hidup mereka.

     Ini tidak gampang, sebab diperlukan persiapan yang baik, kemampuan, kreatifitas dan keterampilan dari seorang Pelayan Jemaat, baik pendeta maupun fungsionaris pelayanan yang lain sebagai motivator. Teologi adalah “payung” yang memayungi semua perangkat (aturan-aturan) di dalam Jemaat GPIB mulai dari Ekklesiologi (pemahaman tentang gereja), Tata Gereja (Tatanan untuk mengatur pengelolaan gereja), Akta Gereja (untuk menyikapi perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat dan bagaimana gereja menyikapi dan memberi jawaban dan lain-lain). Sebelumnya harus jelas dulu apa pemahaman Teologi (Pemahaman Iman) kita yang menjadi acuan untuk bersikap dengan benar sesuai dengan isi iman kita. Kalau belum yakin, jangan bertindak, dari pada nanti keliru mempratekkannya dalam hidup beriman.

     Gereja yang Teologinya benar adalah Gereja yang maju. Maju di sini adalah suasana persekutuannya (kebersamaan) yang kuat, semua warga Jemaat ikut memberi kontribusi bagi pembangunan jemaat sesuai dengan panggilan imannya.

     Sekalipun kecil pemberian dan kontribusi warga Jemaat, Tuhan pasti akan menerimanya. Sebab itu yang “kecil-kecil” di dalam jemaat tidak boleh diabaikan (dianggap remeh), tapi mesti diberdayakan. Semua kebutuhan untuk menunjang pelayanan di dalam jemaat GPIB dipikul bersama-sama sesuai dengan azas kebersamaan (gotong royong).

     Dan yang terakhir warga jemaat tidak hanya bergelut pada urusan-urusan internal di dalam, tetapi yang penting bagaimana mereka menjalani fungsi-fungsinya sebagai Jemaat misioner, yaitu yang bersaksi dengan sikap dan perbuatan yang nyata di tengah-tengah lingkungan masyarakat.

     Jangan berpikir serba praktis di dalam Gereja atau semua mau dipraktiskan demi memperoleh kemudahan-kemudahan di dalam pelayanan. Seringkali orang-orang ribut di dalam gereja hanya karena hal-hal yang praktis. Bukan yang Teologis, yang perlu didiskripsikan untuk menambah pemahaman dan wawasan (mengambil hikmah dari setiap kejadian).

     Apa yang dilakukan oleh gereja mesti mempunyai dasar pemahaman atau sistem gereja yang kita sebut dengan TEOLOGI sebagai dasar pijakan gereja yang jelas. Makanya kalau pemahaman Iman orang-orang di dalam gereja itu salah atau keliru, maka pastilah gereja itu sulit berkembang menjadi jemaat yang makin dewasa dan misioner. Karena orientasinya hanya pada pembangunan ekonomi gereja saja (PEG), bukan pada Teologi. Kalau berbicara atau berdiskusi selalu hanya uang…uang…dan uang bukan bagaimana pelayanan semakin baik.

     Sebab itu tidak heran jika kebersamaannya rapuh. Tugas kita sebagai warga gereja adalah menjaga dan mengawal kebersamaan sebagai anggota TUBUH KRISTUS (pembangunan Jemaat).

 
 

 
 



Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535.jpg
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535
Buang Sampah Pada Tempatnya
Pilahlah Sampah
Gotong Royong

Flag Counter


Woro-woro
<


 
DONOR DARAH

Akan dilaksanakan pada :
Hari/Tgl. : Minggu, 6 Mei 2018
Waktu : Pukul 11.00 WIB
Tempat : GSG 1 Bogor
Mereka Selamat Kita Sehat.




SIARAN RADIO GPIB

GPIB telah melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.