Anda harus mengaktifkan JavaScript agar bisa mendapatkan informasi-informasi kami. Atau mungkin browser anda tidak mendukung JavaScript

GPIB "ZEBAOTH" Bogor , Anggota ti Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat - Gereja Protestan di Indonesia bagian Kulon - Protestant Church in the Western part of Indonesia - De Protestantse Kerk Westelijk Indonesie. Anu mangrupa salah sahiji ti 53 jemaat mimiti GPIB di warsih 1948. Gereja ieu perenahna di puseur dayeuh Bogor ti Indonesia sarta mangrupa hiji-hijina gereja anu aya dina lingkungan Kebun Raya Bogor. Peletakan batu kahiji gedong gereja Zebaoth dipigawe dina 30 Januari 1920 sarta dibere wasta Köningin Wilhelminakerk.

SAMPURASUN

WARTOS

Kepada yang kami hormati,
Para Presbiter
para orang tua dan Jemaat sekalian;
dan kepada yang kami banggakan, segenap Anggota dan Pengurus PELKAT Gerakan Pemuda.
 
Salam damai sejahtera!

 

     Segala Puji dan Syukur kita naikkan kepada Tuhan Yesus Kristus Sang Pemuda Agung atas rahmat dan penyertaan-Nya mempersatukan kita semua dalam damai dan sukacita pada HUT ke-68 PELKAT GP GPIB. Dalam perjalanan melaksanakan tugas panggilan gereja sebagai Pemuda Gereja dengan bersaksi, bersekutu dan melayani dalam gereja juga masyarakat bangsa negara patutlah kita bersyukur sebab berbagai pergumulan dan tantangan yang dihadapi dalam tahun berjalan dapat kita lalui dalam kasih Tuhan Yesus Kristus. Diterangi dengan Tema Tahun 2018-2019 GPIB: Membangun Spiritualitas Damai Yang Menciptakan Pendamai (Yakobus 3:13-18), marilah kita berupaya menjaga kedamaian dan keutuhan persekutuan juga kedinamisan Pelayanan & Kesaksian Jemaat, MUPEL dan Sinode agar menjadi saksi yang hidup dalam menyatakan tanda-tanda Kerajaan Allah baik di dalam maupun di luar GPIB.

     Memasuki usia pelayanan kesaksian Gerakan Pemuda GPIB ke 68 tahun dan menjelang tahun pemilihan pergantian tokoh-tokoh pemimpin daerah dan bahkan Presiden, kita diperhadapkan akan kondisi toleransi antar umat beragama. Kerukunan antar umat beragama di tanah air akhir-akhir ini banyak diwarnai isu-isu sensitif yang mengganggu ketentraman dan kehidupan harmonis umat beragama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kasus-kasus dan isu-isu negatif seputar SARA, gerakan kekerasan, terosisme serta berbagai isu yang mengarah kepada perpecahan bangsa melalui berbagai hal, salah satunya melalui sarana media sosial.

     Marilah kita bergerak sebagai murid-murid Kristus yang menghadirkan damai sejahtera, tetap menjaga persatuan dan kesatuan dan bijaklah dalam menggunakan media sosial yang kita miliki! tidak menyebar berita yang belum tentu benar (hoax) atau berita yang memojokan satu pihak, tidak menyebarkan gambar-gambar aksi terorisme, tidak berkomentar yang dapat memicu perpecahan dan berbagai contain negatif yang dapat memperluas perbedaan.

     Perbedaan yang ada bukan merupakan penghalang untuk hidup rukun dan berdampingan dalam kasih persaudaraan dan persatuan justru baiknya menjadi penguat di dalam membangun bangsa ini dalam kasih dan penyertaan Tuhan Yesus Kristus, memahami akan keadaan disekitar dengan sikap patuh pada Firman Tuhan, termasuk di dalamnya menghormati agama, kepercayaan dan ajaran orang lain, menjaga kelestarian lingkungan hidup, bersikap adil dan bijaksana di dalam menjaga dan mengelola alam ciptaan-Nya, membangun terciptanya suasana rukun dalam hidup dan kehidupan bermasyarakat serta berbangsa. Kesadaran akan kerukunan hidup harus dapat dibagikan kepada sesama, sehingga keberadaan kita dapat menjadi garam dan terang bagi sekitar kita dimanapun kita berada. Hendaklah kita memaksimalkan energi positif dan potensi dalam diri kita untuk saling menguatkan, menghadirkan kedamaian juga kemajuan bangsa.

     Menapaki tahun Program Kerja dan Anggaran (PKA) 2018-2019 Majelis Sinode yang telah disusun dalam persidangan Sinode Tahunan GPIB di Bekasi bulan Februari tahun 2018, guna meningkatkan pergerakan persekutuan, pelayanan dan kesaksian di lingkup jemaat, Dewan GP turut mengupayakan kegiatan pembekalan dan keterampilan seperti Lokakarya Persiapan Ibadah, Enterpreneur Workshop, Job Fair, Buku Saku Pengurus GP, Data base Pengurus GP dan yang paling dinanti guna mempersiapkan kader adalah Pembinaan Tingkat Dasar yang materinya telah direlevansikan dengan Grand Desain Materi Bina PPSDI bagi PELKAT Gerakan Pemuda; Kemudian dalam kegiatan kebersamaan seperti Doa Bersama, Ibadah Awal Tahun dan rangkaian Ibadah Syukur HUT PELKAT GP GPIB ke 68 di lingkup jemaat juga sinodal yang terpusat di MUPEL JATENG-DIY dan juga berbagai kegiatan berkoordinasi dengan unit-unit misioner lainnya dalam rangka menyambut HUT ke 70 GPIB, dimana salah satu diantaranya adalah kegiatan yang bertujuan untuk menghasilkan kader-kader pergerakan Germasa GP dalam koordinasi bersama Departemen Germasa GPIB.

     Dewan GP terkhusus mengucap syukur untuk pengadaan pengurus unit-unit misioner dalam hal ini Pengurus PELKAT terkhusus PELKAT Gerakan Pemuda periode 2017-2020 yang boleh terlaksana di dalam nama Tuhan Yesus. Selamat melayani di ladang pelayanan Tuhan, PELKAT Gerakan Pemuda! Mari kita saling melengkapi dan menguatkan.

     Dewan GP juga berterimakasih kepada rekan-rekan pelayanan diantaranya komunitas Fotografi, PenuCeria, Paguyuban Pengendara Motor GPIB (P2MG), Digital Creative GP dan Forum Konstitusi Nasional Gerakan Pemuda GPIB (Fortura) sebagai wadah kebersamaan pelayanan dan pengembangan kreativitas PELKAT Gerakan Pemuda. Mari terus berkarya untuk kemuliaan nama Tuhan.

     Sebagai PELKAT GP GPIB, mari terus bergerak, terus menerus diperbaharui dan rendah hati. Mari kita beri yang terbaik bagi hormat dan kemuliaan Tuhan. Mari kita berjuang sebagai pribadi dalam satu tubuh Kristus, sebagai pemuda, sebagai keluarga, sebagai jemaat GPIB, sebagai masyarakat dan sebagai satu bangsa, di mana Tuhan telah menempatkan kita, yaitu di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dirgahayu Pelayanan Kategorial Gerakan Pemuda GPIB ke-68.
Tuhan Yesus sang Pemuda Agung Memberkati gerak pelayanan kita bersama!

MAJELIS SINODE GPIB XX
 
Ketua Umum : Pdt. Drs. Paulus Kariso Rumambi, M.Si
Ketua I : Pdt. Marthen Leiwakabessy, S.Th.
Ketua II : Pdt. Drs. Melkisedek Puimera, M.Si
Ketua III : Pdt. Maureen Suzanne Rumeser-Thomas, M.Th.
Ketua IV : Pen. Drs. Adrie Petrus Hendrik Nelwan
Ketua V : Pen. Mangara Saib Oloan Pangaribuan, SE.
Sekretaris Umum : Pdt. Jacoba Marlene Joseph, M.Th.
Sekretaris I : Pdt. Elly Dominggas Pitoy-de Bell, S.Th.
Sekretaris II : Pen. Sheila Aryani Salomo, SH.
Bendahara : Pen. Ronny Hendrik Wayong, SE.
Bendahara I : Pen. Eddy Maulana Soei Ndoen, SE.
 
UNIT MISIONER MAJELIS SINODE GPIB 2015-2020
Dewan Gerakan Pemuda 2015-2020
Cynthia J. Santoso - Rolando Loupatty – Welma H. C. Paays – Vivianita Sadimun – Irene A. Inkiriwang – Gerry Sagala – Donda Salakory – Kezia M. Mahulette



Menjadi seorang “Bapak” bukanlah tanggung jawab yang ringan.

     Tanggung jawab tersebut melekat pada perannya dalam kehidupan pribadi, keluarga, kerja, usaha, pelayanan dan masyarakat. Dalam setiap perannya seorang Bapak diharapkan dapat menghadirkan Damai Sejahtera Allah, di manapun dia berada. Untuk itu seorang Bapak seyogyanya dapat menjalankan setiap tanggung jawabnya dengan penuh sukacita.

     Pada usianya yang ke 37 Persekutuan Kaum Bapak GPIB (PKB GPIB) terus berusaha mewujudkan motonya, Tangguh dan Luwes dalam melaksanakan program-program pelayanannya. Meskipun di tengah kesibukan dan di setiap cobaan, PKB tetap selalu bersyukur karena penyertaan Tuhan atas beberapa kegiatan yang dapat terlaksana dengan baik.

     Kaum Bapak Bersyukur karena Kegiatan Temu Karya Sinodal PKB dapat berlangsung di Makasar. Semua Pergumulan Panitia Pelaksana di Makasar dapat dilewati hanya karena kemurahan Tuhan. Sejak dicanangkan tahun lalu, proses persiapan dan sampai pelaksanaannya, telah menempa Persekutuan Kaum Bapak menjadi semakin memahami makna Tangguh dan Luwes dalam pelayanannya. Semua dilewati dalam semangat persekutuan dalam kasih Tuhan.

     Dalam arak-arakan 70 Tahun GPIB, Persekutuan Kaum Bapak bersama departemen Teologi dan dukungan Majelis Sinode, Komunitas Baca Alkitab GPIB mulai bergaung, membangunkan semangat kerinduan anak-anak Tuhan untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari. Teknologi yang tersedia mulai dimanfaatkan lebih optimal dalam pengenalan Firman Tuhan. Supaya semua orang dapat mengenal Firman Tuhan dan mengalami pembaruan budi.

     Bersama Departemen PPSDI, Persekutuan Kaum Bapak juga bersyukur karena perelevansian Materi Bina Dasar Pelkat PKB sudah tersedia sesuai Grand Design Pembinaan Warga Jemaat. Setelah proses Pelatihan Tenaga Bina (TOT) yang sedang berlangsung ini, maka akan tersedia sejumlah tenaga bina di Mupel dan Jemaat yang siap menjemaatkan Materi Bina Tingkat Dasar ini.

     Melalui perkenanan dan penyertaan Tuhan, Kegiatan Temu Karya, Komunitas Baca Alkitab dan Materi Bina Tingkat Dasar, akan melengkapi Kaum Bapak GPIB agar semakin penuh hikmat, adil dan komunikatif dimulai dari Keluarga, Persekutuan Jemaat, serta dalam bermasyarakat dan bernegara.

     Mari kita terus memelihara semangat sportivitas, ketekunan membaca Alkitab, dan kerelaan untuk terus membina diri. Tuhan senantiasa memberkati agar kita tetap tangguh dan luwes serta menjadi berkat bagi banyak orang.



Salam Tangguh dan Luwes

MAJELIS SINODE GPIB
Pdt. Maureen S. Rumeser-Thomas, M.Th. (Ketua III)
Pnt. Sheila Aryani Salomo, SH. (Sekretaris II)



 

     Mengajak jemaat untuk melakukan aksi AYO MENABUNG SAMPAH sebagai gerakan dunia mendukung pengurangan volume sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) dengan program 3 R (Reduce, Reuse, Recycling)

  1. Hari menabung ditentukan yaitu :
    • Hari Kamis, Pukul 14.00 – 17.00
    • Hari Sabtu, Pukul 14.00 – 17.00
    • Hari Minggu, Pukul 08.00 – 12.00
  2. Petugas yang dapat dihubungi:
    • Bpk. Gustaf Pella : HP 0812-9692-685
    • Bpk. Medi Waluya : HP 0818-273-321
    • Bpk. Japer Situmorang : HP 0813-1903-0359
  3. Pengambilan tabungan pada setiap periode penjualan sampah selesai dilakukan.
  4. Menjaga kebersihan lingkungan gereja.







GPIB telah melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.



Ruang KMJ

     Sering kali iman dikaburkan dengan agama. Padahal sebenarnya keduanya berbeda. Orang yang beragama kristen belum tentu beriman kristen. Orang yang beriman Kristen biasanya beragama Kristen, tetapi tidak selalu begitu. Seorang teolog yang bernama Karl Rahner membuat istilah “kristen anonim” bagi orang-orang yang tidak beragama kristen, tetapi beriman kristen.

     Beragama Kristen berarti sudah dibaptiskan, mengaku percaya (sidi) dan tercatat sebagai anggota gereja, menjalankan upacara-upacara gerejawi dan berhak atas layanan gereja pada saat-saat penting dalam hidupnya sampai pada kematiannya.

     Beragama kristen biasa ditunjukkan melalui simbol-simbol kekristenan seperti salib dan nama yang diambil dari Alkitab serta istilah-istilah khas seperti Haleluya, Puji Tuhan dan yang dipopulerkan belakangan ini : Syalom! Tetapi melakukan semua itu belum tentu mengubah apa yang baik pada diri sendiri maupun pada orang lain. Orang tidak menjadi lebih gembira, lebih jujur, lebih setia atau lebih murah hati sekedar karena memakai kalung salib atau menjadi anggota gereja.

     Beriman kristen harus “purpose” , yang artinya sempurna : fungsional, dinamis atau hidup, yaitu mencapai maksud dan tujuannya. Seperti yang kita rencanakan sejak awal, untuk apa kita beriman. Agar hidup kita berbuah, kita saling mengasihi, karena kasih adalah tindakan dari iman. Iman tidak bisa dibarter, diganti atau ditukar dengan materi, kuasa atau kemuliaan dunia ini, yang paling tinggi sekalipun. Kita mesti setia beriman, sampai di tapal batas (di ujung) kehidupan. Orang yang setia beriman, bukan berarti tidak ada persoalan hidup atau terbebas dari pergumulan. Di dalam menghadapi pergumulan itu, kekuatan kita kepada siapa? Pada Tuhan tentu? Sebab Dia adalah sumber kekuatan kita. Jadi, keyakinan akan kuasa pertolongan Tuhan, jauh lebih penting dari persoalan yang kita hadapi.

     Kalau pergumulan kita sudah selesai, keinginan sudah terpenuhi, penyakit sudah sembuh, apakah Tuhan masih penting? Barangkali masih, tetapi apakah masih yang terpenting? Mungkin tidak lagi. Karena kita merasa, yang terpenting sudah kita dapatkan, yaitu jabatan, kekayaan, kuasa dan boleh mengejar yang lebih tinggi lagi? Masalah sudah terselesaikan, mau apa lagi?

     Memang dalam kehidupan normal ada unsur-un- sur agama. Dalam masyarakat kita, kegiatan aturan dan ritus-ritus keagamaan adalah bagian dari kehidupan normal. Orang yang tidak beragama dianggap tidak normal. Sebenarnya kegiatan, atur- an atau ritus keagamaan dapat menjadi ungkapan iman, tetapi tidak selalu seperti itu. Bisa saja, dari sangat biasa, orang menjalankan kegiatan, aturan dan ritus keagamaan tanpa penghayatan. Sekedar bagian dari rutinitas yang mesti dijalankan, tanpa perasaan. Itu sebabnya kerajinan beragama tidak menjamin moralitas yang luhur.

     Beriman kepada Yesus mestinya lebih dari sekedar beragama Kristen, karena butuh. Sekedar beriman karena butuh ini atau mengejar sesuatu, bisa ditujukan kepada siapa yang kebetulan menawarkan bantuan. Maka jangan heran kalau ada orang-orang yang mudah berpindah-pindah agama, karena merasa apa yang dibutuhkannya belum terwujud, seperti jabatan, status social, prestise, gengsi, dan lain-lain.

     Mestinya kita memiliki iman yang fungsional, yang dinamis dan hidup. Tetap beriman kepada Yesus dalam segala situasi dan kondisi. Dan mempraktek- kan iman itu dalam menghadapi segala tantangan kehidupan. Iman yang demikian terjadi ketika hati kita dipenuhi perasaan syukur dan kekaguman akan kasih dan anugerah Tuhan yang luar biasa.

     “Iman kelihatannya muskil (kecil), tapi kekuata- nnya mengubahkan. Apa yang tidak mungkin bagi manusia, bagi Tuhan mungkin, apa yang mustahil bagi manusia, bagi Tuhan tidak ada yang musta- hil”. Tetaplah berdoa. *

 
 

 
 



Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535.jpg
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535
Buang Sampah Pada Tempatnya
Pilahlah Sampah
Gotong Royong

Flag Counter


Woro-woro



 
DONOR DARAH

Akan dilaksanakan pada :
Hari/Tgl. : Minggu, 5 Agustus 2018
Waktu : Pukul 11.00 WIB
Tempat : GSG 1 Bogor





SIARAN RADIO GPIB

GPIB telah melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.