Anda harus mengaktifkan JavaScript agar bisa mendapatkan informasi-informasi kami. Atau mungkin browser anda tidak mendukung JavaScript

GPIB "ZEBAOTH" Bogor , Anggota ti Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat - Gereja Protestan di Indonesia bagian Kulon - Protestant Church in the Western part of Indonesia - De Protestantse Kerk Westelijk Indonesie. Anu mangrupa salah sahiji ti 53 jemaat mimiti GPIB di warsih 1948. Gereja ieu perenahna di puseur dayeuh Bogor ti Indonesia sarta mangrupa hiji-hijina gereja anu aya dina lingkungan Kebun Raya Bogor. Peletakan batu kahiji gedong gereja Zebaoth dipigawe dina 30 Januari 1920 sarta dibere wasta Köningin Wilhelminakerk.

SAMPURASUN

 

WARTOS

Majelis Sinode GPIB, menginformasikan kepada seluruh warga jemaat bahwa GPIB akan melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMA/WA : (+62)08151800444.




Salam Sejahtera.

Akulah PerempuanMU, Tuhan,
Pengakuan ini merupakan sebuah pernyataan kesiapan kita sebagai perempuan perempuan gereja, yang siap menjadi alat Tuhan untuk menghadirkan sukacita ditengah kehidupan masyarakat yang penuh dengan berbagai pergumulan.

Karakter perempuan Kristen harus nyata dalam kehidupannya sehari-hari, bersahaja, rajin, murah hati, berhikmat, anggun dan bijaksana, tekun dan takut akan Tuhan sehingga memampukan seorang perempuan Kristen dapat berperan dalam keluarga, gereja dan masyarakat.

Dalam keluarga, ibu berperan di dalam pembinaan norma2 kekristenan anggota keluarga, memberikan dukungan serta kehangatan hubungan antar anggota keluarga.

Kedudukan perempuan atau seorang ibu di tengah keluarga, sangat strategis, sebagai seorang pendidik utama dan pertama, sehingga perannya sangatlah penting untuk menghadirkan generasi generasi yang kuat, bertanggungjawab, cerdas namun juga takut akan Tuhan.

Perempuan sebagai istri adalah pendamping, penolong bagi suami, dan dapat dipercaya didalam segala hal, bukan perempuan yang merongrong suami.

Pembangunan gereja dan masyarakat sangat dipengaruhi oleh peran Perempuan sebagai seorang istri dan seorang ibu. Tuntunannya yang penuh kasih, akan menuntun keluarga kedalam perilaku berdasarkan nilai-nilai kristiani. Perempuan sebagai tiang doa dalam rumah tangga terus diharapkan lebih banyak berkarya nyata diberbagai kesempatan.

Karena itu, memasuki Usia PKP yang ke-52 tahun ini, mari kita memperkenalkan diri kepada masyarakat luas, bukan hanya melalui seragam ungu dan emblem, tapi melalui sikap, dan tingkah laku kita yang mencerminkan kasih kristus didalam kita.

PKP merupakan wadah tempat dimana kaum perempuan mewujudnyatakan karya dan karsa yang dapat dirasakan bagi sekelilingnya, membawa keceriaan dan ketulusan hati.

Akulah PerempuanMu, Tuhan,
Baik kita perempuan sebagai istri, sebagai ibu, sebagai Pengurus PKP maupun sebagai anggota PKP, mari kita melayani dengan penuh kerendahan hati, melayani dengan kecerdasan, dan melayani bersama, agar kehadiran kita sebagai gereja, dapat dirasakan oleh banyak orang disekitar kita.

Selamat Ulang Tahun
Tuhan memberkati Pelayanan Pelkat PKP.


 

DEWAN PERSEKUTUAN KAUM PEREMPUAN GPIB
D-PKP 2015 - 2020
Vicora van der-MUUR-Tulende*
Aty Uguy-Soebroto*
Dorothea Tobogu-Rindorindo*
Margo EGT Pattiradjawane-Tanasale*
Juanita Pattipeilohy-Tumilaar*
Denny Rory-Tambani*
Anitakari Manongko-Runtukahu*
Roosye Manuputty-Kasiha*
Evi Silvia Lenauw-Rawung*



Persidangan Sinode Tahunan (PST) 2017 di Palembang telah sukses dilaksanakan. Acara yang digelar di GOR Jakabaring, Palembang 7 - 11 Februari 2017 itu dihadiri oleh sekitar 800 utusan jemaat dari 322 jemaat GPIB termasuk utusan 25 Mupel(Musyawarah Pelayanan).

GPIB Jemaat Zebaoth Bogor mengutus Ketua Majelis Jemaat (KMJ) Pdt. Omik Kaharudin dan Ketua V PHMJ (Pelaksana Harian Majelis Jemaat) Pnt. F.I.S. Dahoklory. Tidak hanya berdua ternyata, Ketua I PHMJ Pnt. Lenny Syafei dan Prof. G.A. Wattimena yang merupakan utusan dari UP2M (Unit Pembinaan dan Pemberdayaan Masyarakat) juga hadir.

Selain mereka, seorang Diaken dari gereja tua di Bogor ini, Dkn. Frans S.P. Salempang juga hadir sebagai utusan Majelis Sinode Bid. Inforkom-Litbang dan Majalah Arcus.



Pnt. F.I.S. Dahoklory (kiri) dan Pdt. Omik Kaharudin (kanan).


Profesor G.A. Wattimena


Pnt. Lenny Syafei


Dkn. Frans S.P. Salempang

Ruang KMJ

Lanjutan dari minggu lalu (12 Februari 2017)

     Sebagaimana seorang Duta Besar yang senantiasa bertugas, maka hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :

  1. Menjaga hubungan baik
    Agar pekerjaannya dapat berjalan dengan baik, maka sang Duta Besar harus menjaga hubungan baik dengan orang yang mengutusnya. Demikian pula dengan kita sebagai utusan Kristus, kitapun memerlukan hubungan yang baik dan dekat dengan Dia yang mengutus kita setiap hari, agar supaya kita dapat mengenal apa yang dikehendaki-Nya bagi pribadi kita sebagai utusan-Nya. Menjaga hubungan yang baik dengan Dia yang mengutus kita sangat penting, karena jika tidak hal itu akan mengaburkan misi kita di tengah dunia ini.
  2. Menyadari ketidaksempurnaan
    Satu hal yang perlu dicermati oleh kita sebagai utusan adalah, bahwa tidak satupun manusia di dunia sempurna. Namun kita menjadi sempurna hanya karena dilayakkan oleh Yesus. Menyadari akan hal tersebut, menjaga hubungan yang baik dengan Yesus itu sangat penting. Dibilang penting, karena ketika kita mempunyai hubungan yang baik, kita akan menyadari bahwa kita sebenarnya tidak sempurna. Oleh karena itu, kitapun membutuhkan kasih karunia-Nya, Kasih karunia-Nya inilah yang memampukan kita dalam setiap tugas pengutusan (Filipi 2:13).
  3. Taat terhadap panggilan-Nya sebagai seorang utusan
    Proses pengutusan adalah respon dari utusan terhadap panggilan Sang Pengutus, "ni aku, utuslah aku". Adalah sebuah respon yang mengandung penyerahan yang sangat dalam. Ketika Yesaya (6:8) dipanggil, firman-Nya kepada Yesaya, "Siapakah yang akan Ku utus?". Di sini ada suatu momentum yang sangat jelas, pengalaman yang sangat pribadi dari setiap orang percaya, di mana panggilan Sang Pengutus sangat begitu terasa menyentuh, menantang, menggelora di dalam hati sanubari.
  4.      Seorang utusan bertugas menyampaikan amanat, pesan dari Tuan yang mengutusnya. Kita sebagai utusan mengemban amanat khusus yang harus disampaikan kepada dunia yaitu : INJIL KESELAMATAN. Adakah kita sebagai utusannya sedang melakukan bagian kita untuk menjadi mata rantai keselamatan ke mana Sang Pengutus mengutus kita? Dalam keluarga, pekerjaan, masyarakat dan persekutuan kita.

         Menghadapi moment-moment penting dalam Pemilihan Diaken dan Penatua periode 2017-2022, kita semua diingatkan sebagai Warga Gereja akan tugas dan panggilan kita, sebagai orang-orang percaya yang sudah diselamatkan dan dihadirkan Tuhan di dalam dunia ini sebagai utusan-Nya. Kita semua mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk memberitakan Kabar Keselamatan pada dunia ini dan sekitarnya. Saat ini Ia berkata, "Siapakah yang akan Ku utus?". Apakah setiap kita dalam Jemaat ini akan berkata seperti Yesaya. "Ini aku, utuslah aku" sebagai bentuk respon kita kepada-Nya, ataukah kita akan sengaja melupakan status kita sebagai seorang utusan? Hanya saudara dan Tuhan yang tahu.

 

 
 



Buang Sampah Pada Tempatnya
Pilahlah Sampah
Gotong Royong
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534

Flag Counter


Woro-woro




INFORMASI SIARAN RADIO GPIB

Majelis Sinode GPIB menginformasikan kepada seluruh warga jemaat bahwa GPIB akan melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMA/WA : (+62)08151800444.