Anda harus mengaktifkan JavaScript agar bisa mendapatkan informasi-informasi kami. Atau mungkin browser anda tidak mendukung JavaScript
 

GPIB "ZEBAOTH" Bogor , Anggota ti Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat - Gereja Protestan di Indonesia bagian Kulon - Protestant Church in the Western part of Indonesia - De Protestantse Kerk Westelijk Indonesie. Anu mangrupa salah sahiji ti 53 jemaat mimiti GPIB di warsih 1948. Gereja ieu perenahna di puseur dayeuh Bogor ti Indonesia sarta mangrupa hiji-hijina gereja anu aya dina lingkungan Kebun Raya Bogor. Peletakan batu kahiji gedong gereja Zebaoth dipigawe dina 30 Januari 1920 sarta dibere wasta Koningin Wilhelminakerk.

WARTOS

Baca: 2 Tesalonika 3:1-15
"Ari aranjeun, dulur-dulur! Ulah kapok-kapok tatalang reujeung tutulung."
2 Tesalonika 3:13

Ada banyak orang dihadapkan pada pergumulan dalam batinnya, salah satunya adalah hal berbuat baik, apalagi ketika perbuatan baik yang dilakukannya itu seringkali tidak mendapatkan respons atau balasan yang diharapkan... kita pun mulai merasa bosan berbuat baik, mulai berpikir 1000x untuk berbuat baik, dan akhirnya kita berhenti untuk melanjutkan perbuatan baik tersebut. Memang, berbuat baik berarti harus berkorban dan kehilangan sesuatu, atau kelihatannya merugi. Benarkah demikian?

Seorang petani menanam padi atau sayuran. Pada saat bersamaan tumbuh pula rumput atau ilalang di sawah atau ladang tersebut. Namun andaikan petani itu menanam rumput ia tidak akan pernah mendapati padi atau sayuran turut tumbuh di sana. Demikian pula dalam kehidupan ini. Ketika kita melakukan perbuatan baik terkadang hal-hal buruk malah menyertai, entah itu berupa hinaan, cercaan, cibiran, fitnahan dari orang lain. Jika demikian haruskah kita berhenti berbuat baik ketika orang lain tidak membalas kebaikan kita? Kalau kita berbuat baik hanya sekedar untuk membalas kebaikan orang lain, atau dengan tujuan mendapatkan balasan yang sama, apalah artinya... "Jadi, lamun maraneh ngan saukur hade ka nu ngahadean bae mah, naon anehna! Di jalma-jalma doraka oge, kitu-kitu bae mah geus lumrah." (Lukas 6:33); dan jangan pula kita berbuat baik karena suatu tendensi atau motivasi yang tidak benar. Rasul Paulus menasihati, "Ulah bosen-bosen melak kahadean mah; sabab eta pepelakan urang teh, dina waktuna, pasti kapetik hasilna upama urangna teu lanca-linci." (Galatia 6:9).

Jadi tidak ada istilah 'rugi atau buntung' ketika kita melakukan perbuatan baik kepada orang lain, sebab pada saatnya kita akan menuai. Ada tertulis: "Lamun urang bageur tangtu loba anu mikaheman. Kejem mah sarua jeung nyiksa maneh." (Amsal 11:17). Sebagai orang percaya, berbuat baik adalah suatu keharusan, buah dari keselamatan yang telah kita terima, dan merupakan bukti kita memiliki iman yang hidup!

"Jelema nu hade lampah memang asal ti Allah. Ari goreng lampah mah kalakuan jelema anu can nyaho ka Allah."
3 Yohanes 1:11b

Renungan Harian Air Hidup


Flag Counter


Woro-woro