Anda harus mengaktifkan JavaScript agar bisa mendapatkan informasi-informasi kami. Atau mungkin browser anda tidak mendukung JavaScript

GPIB "ZEBAOTH" Bogor , Anggota ti Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat - Gereja Protestan di Indonesia bagian Kulon - Protestant Church in the Western part of Indonesia - De Protestantse Kerk Westelijk Indonesie. Anu mangrupa salah sahiji ti 53 jemaat mimiti GPIB di warsih 1948. Gereja ieu perenahna di puseur dayeuh Bogor ti Indonesia sarta mangrupa hiji-hijina gereja anu aya dina lingkungan Kebun Raya Bogor. Peletakan batu kahiji gedong gereja Zebaoth dipigawe dina 30 Januari 1920 sarta dibere wasta Köningin Wilhelminakerk.

SAMPURASUN

 

WARTOS

     Salam dalam Kasih Yesus Kristus,
     Mencermati perkembangan diskusi di media sosial (Medsos) khususnya facebook yang akhir-akhir ini sudah mengarah ke diskusi yang menghina dan mencemarkan nama baik individu maupun lembaga GPIB, maka dengan ini Majelis Sinode GPIB menyampaikan Surat Gembala tentang Etika Berkomunikasi di Media Sosial sebagai berikut :

     Pertama, menghimbau kepada seluruh Majelis Jemaat dan warga jemaat GPIB agar dapat menyikapi Surat Edaran yang ditandatangani Kapolri Jendral (Pol) Badrodin Haiti pada 8 Oktober 2015 terkait ujaran kebencian ("Hate Speech"). Para netizen (istilah bagi pengguna internet) sudah harus lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat di ruang terbuka publik, secara khusus di jejaring media sosial. Hal ini dikarenakan jejaring media sosial menjadi salah satu sarana yang dipantau terkait penyebaran ujaran kebencian.

     Kedua, menghimbau kepada seluruh Majelis Jemaat dan warga jemaat GPIB agar dalam berdiskusi dengan menggunakan ruang media sosial dapat memperhatikan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Undang-undang ini berfungsi ganda, yaitu melindungi hak-hak warga Negara dari tindakan yang tidak terpuji dan merugikan, sekaligus memaksa warga Negara dengan sanksi atas pelanggaran yang dilakukan.

     Ketiga, menegaskan bahwa pembukaan name account di media sosial (facebook, twitter, path, line, mailing list dan media sosial lainnya) dilarang untuk menggunakan nama GPIB (Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat) tanpa seijin tertulis dari Majelis Sinode GPIB.

     Keempat, mengajak seluruh warga jemaat GPIB dalam menggunakan ruang media sosial untuk berdiskusi, kiranya dilakukan secara santun dan bertanggung jawab atas dasar kasih persaudaraan, menjunjung tinggi etika keramah-tamahan yang membangun persekutuan dan menjaga kehormatan GPIB sebagai lembaga gerejawi. Karena itu, dihimbau untuk menjauhi diskusi bermuatan penghinaan/pencemaran nama baik individu maupun lembaga dan juga tidak mendistribusikan informasi/upload dokumen resmi lembaga GPIB yang dapat menimbulkan opini buruk terhadap GPIB sebagai lembaga keagamaan.

     Kelima, GPIB sebagai Tubuh Kristus sangat mendukung pengembangan hidup institusi yang sehat, terbuka dan bertanggung jawab menurut nilai-nilai spiritual : pertobatan, pembaruan, perdamaian, pengosongan diri dan kesederhanaan, yang kesemuanya itu adalah ruh dari gereja reformasi. Karena itu, perlu terus diciptakan kondisi hidup bergereja yang partisipatif terhadap dinamika hidup berjemaat yang semakin besar dan luas. Untuk itu hadirnya ruang-ruang media sosial membutuhkan peran pastoral gereja yang fungsinya mendampingi warga jemaat. Sekaligus merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial gereja untuk mengelola ruang-ruang media sosial menurut kaidah kepatutan, kesantunan yang membawa manfaat bagi terpeliharanya keutuhan persekutuan seluruh warga jemaat GPIB.

     Demikian Surat Gembala ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian kita bersama di dalam menghidupkan diskusi ruang-ruang media sosial yang membangun persekutuan yang mendatangkan damai sejahtera bagi GPIB dan sesama.

Majelis Sinode GPIB

 

 
 
 



Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534

Flag Counter

Woro-woro