Anda harus mengaktifkan JavaScript agar bisa mendapatkan informasi-informasi kami. Atau mungkin browser anda tidak mendukung JavaScript

GPIB "ZEBAOTH" Bogor , Anggota ti Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat - Gereja Protestan di Indonesia bagian Kulon - Protestant Church in the Western part of Indonesia - De Protestantse Kerk Westelijk Indonesie. Anu mangrupa salah sahiji ti 53 jemaat mimiti GPIB di warsih 1948. Gereja ieu perenahna di puseur dayeuh Bogor ti Indonesia sarta mangrupa hiji-hijina gereja anu aya dina lingkungan Kebun Raya Bogor. Peletakan batu kahiji gedong gereja Zebaoth dipigawe dina 30 Januari 1920 sarta dibere wasta Köningin Wilhelminakerk.

SAMPURASUN

WARTOS

Jakarta, 01 Oktober 2018
No     :  6046/X-‘18/MS. XX
Hal     :  Bantuan Bagi Korban Bencana Alam

Kepada Yth:
Seluruh Majelis Jemaat GPIB
Di
Tempat

Salam sejahtera,

Puji Syukur kepada Allah karena Ia yang telah memanggil kita sebagai kawan sekerja-Nya adalah Allah yang setia.

     Ketika Tuhan yang empunya kehidupan memberikan pergumulan kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana alam dan kemudian memberikan pengharapan melalui tangan-tangan Jemaat lewat persembahan bantuan dari Jemaat-Jemaat. Untuk itu Majelis Sinode melalui Crisis Centre menyampaikan terima kasih atas bantuan dan dukungan yang diberikan Jemaat sebagai wujud kepedulian kepada sesama yang membutuhkan.

     Tetapi ternyata kembali telah terjadi bencana gempa bumi di Palu dan Donggala – Sulawesi dan kita sebagai umat Tuhan terpanggil untuk kembali bersama-sama meringankan beban penderitaan yang menimpa sesama umat Tuhan, yang dapat diwujudkan melalui beberapa hal, yaitu :

  1. Dukungan doa : Jemaat dihimbau untuk membawa pergumulan ini kedalam doa setiap harinya, baik melalui doa dalam ibadah maupun doa-doa pribadi
  2. Bantuan tunai : Jemaat dihimbau untuk membuka satu kotak persembahan khusus yang dikumpulkan pada Ibadah Minggu atau langsung secara tunai yang dikirim melalui Rekening BRI Cabang Jakarta Mangga Dua No. 0346-01-000429-30-7 atas nama Majelis Sinode GPIB/Crisis Center.
  3. Bantuan berbentuk material seperti selimut, tenda, terpal, tikar/alas tidur, baju layak pakai terutama untuk anak2, kebutuhan wanita dikirim ke GPIB “Bukit Zaitun” Jl. Cendrawasih No. 353, Karang Anyar, Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Diengan contact person di No. 085340838195

     Kiranya dukungan doa maupun bantuan yang kita berikan tersebut serta seluruh kerja dan pelayanan kita akan membuat nama Tuhan Yesus Kepala Gereja semakin dimuliakan.

     Demikian penyampaian kami, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Tuhan memberkati pelayanan kita bersama.

     Teriring salam dan doa kami...
Tuhan Memberkati



 

     Mengajak jemaat untuk melakukan aksi AYO MENABUNG SAMPAH sebagai gerakan dunia mendukung pengurangan volume sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) dengan program 3 R (Reduce, Reuse, Recycling)

  1. Hari menabung ditentukan yaitu :
    • Hari Kamis, Pukul 14.00 – 17.00
    • Hari Sabtu, Pukul 14.00 – 17.00
    • Hari Minggu, Pukul 08.00 – 12.00
  2. Petugas yang dapat dihubungi:
    • Bpk. Gustaf Pella : HP 0812-9692-685
    • Bpk. Medi Waluya : HP 0818-273-321
    • Bpk. Japer Situmorang : HP 0813-1903-0359
  3. Pengambilan tabungan pada setiap periode penjualan sampah selesai dilakukan.
  4. Menjaga kebersihan lingkungan gereja.





GPIB telah melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.



Ruang KMJ

     Dalam menyambut hari Natal atau Dies Nata- lis (Hari Kelahiran) Tuhan Yesus, kita mendahului dengan merayakan Minggu-Minggu Adven selama empat minggu berturut-turut. Pada Minggu Adven warga Gereja diarahkan untuk mempersiapkan diri menyambut hari Natal. Yang dimaksud dengan per - siapan disini ialah bukan persiapan secara jasmaniah, natura atau makan dan minum yang terkesan pesta pora, tetapi persiapan hati atau batin yang bersih. Bahwa pada dasarnya kita yang bertindak untuk menyelamatkan diri sendiri, selain Allah sendiri yang bertindak untuk menyelamatkan. Agar kita bisa hidup dan selamat, maka kita harus mencari Tuhan. Dan kita mencarinya bukan di mana-mana atau di tempat-tempat yang tertutup (tersembunyi) dan da- lam suasana sentimental, misalnya: menangis, sedih, hening, tetapi di dalam persekutuan dengan Tuhan. Ketika kita bersekutu dengan Tuhan, maka disitulah kita menemukan hidup.

     Memasuki Minggu Adven kita diberi kesempatan lagi untuk bertobat, memperbaharui diri dan mencari Tuhan yang hidup. Sering kita bersekutu, berdoa dan memuji Tuhan tetapi tanpa didasari suatu kesungguhan untuk mencari Tuhan, tetapi hanya sebagai kegiatan yang rutin belaka, sehingga menimbulkan perasaan jemu dan membosankan. Kita merasa ibadah kita sudah benar, tetapi ternyata tidak demikian. Karena motivasi kita keliru. Kalau selama ini terkesan lalai memenuhi panggilan dan tanggung jawab iman kita sebagai warga Gereja, karena terlalu larut (tenggelam) dalam arus godaan duniawi, maka pada Minggu-Minggu Adven kita diajak untuk introspeksi, mawas diri dan melakukan pembaharuan Iman, datang beribadah dan mengucap syukur dalam segala hal yang kita alami.

     Kalau kita pernah jatuh dan tersesat, maka pada masa-masa Adven ini kita dituntun kembali untuk tidak jatuh lagi pada lubang yang sama. Tidak mengulangi “kejahatan” yang sama, tetapi semakin memperbaharui diri.

     Orang-orang Kristen pada abad pertengahan yang berada di dunia Timur (Yunani) dan di Barat merayakan Adven dengan melakukan puasa, hidup bertarak (Asketik) dengan melakukan ketaatan, kesucian hidup dan menjadi miskin (berpantang dari hal-hal duniawi). Pada waktu itu dibaca Mazmur-Mazmur duka (ratapan), suasananya hamper sama seperti suasana hari Paskah. Dengan mempraktekkan tuntutan-tuntuan moral ini , mereka memusatkan perhatian pada penantian kedatangan Tuhan Yesus sebagai Hakim Dunia. Seolah-olah dengan melakukan sejumlah tuntutan tersebut, terasa Tuhan semakin dekat dengan mereka, dan mereka siap menerima pemuliaan Tuhan Yesus kelak bilamana mereka diangkat.

     Kini Minggu Adven sebagai persiapan hari Natal tidak lagi diperingati dalam pemahaman seperti itu, yang terkesan Eskhatologis saja. Tetapi masa Adven adalah juga masa untuk berkarya dan berbuat dalam hidup ini. Kita hidup atas anugerah dan kasih karunia Allah (Marthin Luther). Karya-karya hidup kita yang baik adalah sambutan atas anugerah Allah terse- but. Sebagai hakim yang adil, Ia akan datang untuk membawa keselamatan yang sempurna. Peristiwa Adven tidak dibatasi hanya selama empat minggu saja, tetapi sepanjang waktu, baik pada masa lampau (apa yang telah dimulai oleh Yesus), maka kini (realitas hidup yang dihadapi) dan masa penantian (pengharapan kedatangan-Nya kembali). Setiap saat kita berada dalam suasana Adven (penantian), sebab itu suasananya harus diwarnai dengan kegembiraan, sukacita dan pengucapan syukur.

      Sebagai “anak-anak Natal”, kita tidak lagi hidup di dalam ketakutan dalam situasi yang buruk sekalipun, sebab Tuhan Yesus telah memasuki kegelapan dunia ini dan mengatasinya. Kita bersukacita dan mengucap syukur, karena Allah mau mencari kita orang-orang berdosa (tidak membiarkan kita terperosok makin dalam) dan Ia ingin menyelamatkan kita. Dalam usaha pencarian Allah ini, kita tidak hanya berdiam diri (pa- sif), tetapi juga menunjukkan tindakan sebagai orang yang dicari dan dijumpai oleh Allah. Artinya, mesti ada pengharapan dan itikad yang baik untuk menyambut kemurahan Allah. Dari pihak manusia sendiri mesti ada kemauan dan usaha. Tanpa hal ini, mustahil manusia dapat bertemu dengan Allah.

 
 

 
 



Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535.jpg
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535
Buang Sampah Pada Tempatnya
Pilahlah Sampah
Gotong Royong

Flag Counter


Woro-woro





SIARAN RADIO GPIB

GPIB telah melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.