Anda harus mengaktifkan JavaScript agar bisa mendapatkan informasi-informasi kami. Atau mungkin browser anda tidak mendukung JavaScript

GPIB "ZEBAOTH" Bogor , Anggota ti Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat - Gereja Protestan di Indonesia bagian Kulon - Protestant Church in the Western part of Indonesia - De Protestantse Kerk Westelijk Indonesie. Anu mangrupa salah sahiji ti 53 jemaat mimiti GPIB di warsih 1948. Gereja ieu perenahna di puseur dayeuh Bogor ti Indonesia sarta mangrupa hiji-hijina gereja anu aya dina lingkungan Kebun Raya Bogor. Peletakan batu kahiji gedong gereja Zebaoth dipigawe dina 30 Januari 1920 sarta dibere wasta Köningin Wilhelminakerk.

SAMPURASUN

 

WARTOS

Kebangkitan Kristus Membebaskan Kita dari Kuasa Kematian
(Roma 6:10)

Saudara-saudara umat Kristiani terkasih di mana pun Saudara berada.

     Salam Sejahtera dalam Yesus Kristus, Dalam tradisi gereja, perayaan Paskah selalu didahului dengan masa Prapaskah selama 40 hari. Saat ini kita sedang berada dalam masa Prapaskah tersebut, yang lazim juga disebut Minggu-minggu Passion. Dalam masa ini kita diajak untuk mengingat dan merenungkan makna penderitaan Kristus hingga kematianNya di kayu salib karena dosa-dosa kita.

     Sebagai pengikut Kristus, kita percaya bahwa kita mengambil bagian dalam kematian Kristus dengan cara 'mati' atau 'menguburkan' atau meninggalkan dosa kita, dan bangkit bersama Kristus kepada cara-cara hidup baru yang sesuai dengan kehendak Kristus. (Roma 6:5-6). Kita tidak lagi membiarkan dosa menguasai hidup kita. Karena itu, dalam masa perenungan ini, ada baiknya kita memeriksa kehidupan pribadi, keluarga maupun masyarakat kita, sambil menanyakan pada diri kita: dosa-dosa apakah yang sedang menguasai kita? Hanya dengan kesadaran kita akan dosa-dosa kita, serta mengandalkan rahmat Allah yang membawa kita kepada pertobatan dan tekad untuk membarui hidup, kita dapat dan layak menyambut serta merayakan Paskah.

     Tidaklah berlebihan kalau kami menyebutkan bahwa kini kita diperhadapkan dengan berbagai bentuk bayang-bayang kematian. Dalam kehidupan berbangsa, kita sedang berada dalam peradaban yang mementingkan jumlah penganut agama; peradaban yang mengedepankan mereka yang bersuara keras; peradaban yang memenangkan mereka yang hidup mapan, dan peradaban yang mengarus-utamakan kekerasan.

     Kita juga sedang berhadapan dengan kecenderungan peradaban yang mengedepankan kepentingan kelompok, suku dan agama seraya mengorbankan nilai-nilai kebersamaan, kesetaraan dan kemanusiaan. Kita prihatin dengan maraknya korupsi dan eksploitasi alam yang berlebihan, serta peradaban yang mengutamakan kepentingan jangka pendek dan sesaat, misalnya Pilkada lima tahunan. Semua ini mengorbankan nilai-nilai universal yang lebih berjangka panjang. Kita risau dengan perkembangan peradaban sedemikian, karena pada gilirannya akan menimbulkan perselisihan, kebencian dan balas dendam; suatu peradaban yang membuahkan budaya kematian daripada budaya cinta yang menghidupkan manusia dan segenap makhluk ciptaan Allah.

     Syukurlah, berita Paskah mewartakan bahwa kematian bukanlah kata akhir. Kematian Kristus justru merupakan cara Allah mengalahkan kematian itu, sehingga sengat maut, yakni kematian itu, tidak lagi berkuasa atas kehidupan kita. Dosa tidak lagi berkuasa! Kristus telah bangkit, dan dengan itu Ia membebaskan kita dari kuasa kematian (Roma 6:10). Oleh karena itu, dengan merayakan Paskah, kita tidak hanya mewartakan kebangkitan-Nya, tetapi juga menghidupi kebangkitan itu. Kita bangkit mengalahkan bayang-bayang kematian dan kuasa dosa, yang sebaiknya kita mulai dari diri kita.

     Dalam semangat Kebangkitan Kristus yang membebaskan kita dari Kuasa Kematian inilah kami mengajak seluruh warga gereja dan masyarakat umum untuk:

  1. Ikut serta dalam karya Allah memerangi segala bentuk dosa yang membawa kita ke arah bayang-bayang kematian dan belenggu maut, seperti perilaku manipulatif-koruptif, materialistis, maupun tindakan kekerasan terhadap sesama dan alam serta kerakusan yang tak kenal batas. Kita diajak untuk memelihara kehidupan bersama yang berlandaskan kasih dan keadilan, dengan memberi perhatian khusus kepada mereka yang menjadi korban kekerasan dan ketidak-adilan.
  2. Ikut menebar bibit perdamaian dan mengupayakan kesejukan serta kesejahteraan dalam kehidupan bersama di tengah kemajemukan suku, bahasa, agama dan budaya bangsa. Kekayaan Indonesia dengan keragaman suku, bahasa, agama dan budaya, adalah karunia Allah yang harus terus kita pelihara dan perjuangkan dalam upaya membangun Indonesia sebagai rumah bersama yang harmonis dan damai.
  3. Ikut berjuang melawan konsumerisme dan perilaku konsumtif. Untuk itu, dalam masa Prapaskah ini, kita diajak untuk berbela rasa dengan mereka yang selama ini kurang beruntung dan terpinggirkan dari berbagai sumber-sumber ekonomi, sosial dan budaya. Misalnya dengan mengurangi pola hidup konsumtif dan mengkonversi pengurangan tersebut untuk aksi-aksi solidaritas bagi mereka yang selama ini tersisih dan menderita.
  4. Ikut serta dalam upaya pemulihan alam yang telah rusak oleh perlakuan manusia yang ceroboh dan tamak. Kebangkitan Kristus tidak hanya mendamaikan Allah dengan manusia, tetapi juga mendamaikan Allah dengan alam semesta, dan manusia dengan alam semesta. Oleh karena itu, dalam semangat Paskah kita juga diajak untuk terus mengembangkan aksi-aksi penyelamatan bumi dan segala isinya.

     Kiranya kebangkitan Kristus yang telah mengalahkan kematian, melingkupi dan menyemangati kita untuk mengalahkan berbagai bentuk dosa dan bayang-bayang kematian dalam keseharian kita. Kristus bangkit, haleluya! Dialah pengharapan kita.

Jakarta, Maret 2017
Atas nama Majelis Pekerja Harian PGI

Pdt. Dr. Henriette T.H-Lebang
Ketua Umum

Pdt. Gomar Gultom
Sekretaris Umum





GPIB telah melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.



Ruang KMJ

     Masa Pra-Paskah selama 40 hari telah kita lalui untuk menghayati penderitaan Yesus Kristus sehingga mendorong kesadaran akan dosa-dosa yang senantiasa harus kita akui sambil memohon pengampunan dan anugerah pertobatan. Dengan adanya anugerah pertobatan kita dimungkinkan mengalami hubungan yang damai dengan Tuhan, diri kita sendiri, sesama kita dan alam semesta. Dengan adanya hubungan yang penuh kedamaian itu timbul tekad untuk bersama-sama membarui hidup dengan cara mengosongkan diri bertekun dalam doa dan pembacaan Alkitab, perenungan dan pemberlakukan firman Tuhan dalam bimbingan Roh Kudus, supaya kita dapat hidup dalam semangat ugahari, yaitu hidup dalam kesederhanaan dengan cara berani jujur hidup secukupnya, penghematan energy dan upaya pelestarian alam.

     Kehidupan yang rakus dan serakah telah membawa kita mendekati bayang-bayang kematian. Sebab dengan kerakusan dan keserakahan, korupsi makin marak, eksploitasi alam yang berlebihan, gaya hidup yang konsumtif, materialis dan dan individualis mendorong kita untuk lebih mengutamakan kelompok, golongan dan agama sehingga mengorbankan kebersamaan, kesetaraan dan kemanusiaan. Ini semua membawa kita mendekati bayang-bayang kematian.

     Kita patut bersyukur karena PASKAH mau mengatakan bahwa kematian telah dikalahkan Allah dengan cara membangkitkan Yesus dari kematian-Nya, sehingga kematian tidak lagi berkuasa atas kehidupan kita. Ini berarti dosa juga tidak lagi berkuasa atas kehidupan kita. Dengan demikian kita dimungkinkan untuk menjalani anugerah kehidupan ini dengan mewujudkan ungkapan syukur kita sebagai warga jemaat GPIB untuk melaksanakan Tema 2017-2018 : "MENGARYAKAN PELAYANAN DAN KESAKSIAN DENGAN MEWUJUDKAN KEBEBASAN, KEADILAN, KEBENARAN, DAN KESEJAHTERAAN BAGI SESAMA DAN ALAM SEMESTA" (Lukas 4:19). Wujudkan pula ungkapan syukur kita karena Paskah dengan mempersiapkan diri sebagai warga sidi jemaat untuk menjawab panggilan Tuhan Yesus mengikut-Nya dalam tugas pelayanan-Nya sebagai Diaken dan Penatua 2017-2022.

     Kiranya dengan merayakan Paskah kita semakin bersemangat untuk berjuang mengalahkan kuasa dosa yang membawa kita mendekati bayang-bayang kematian dalam keseharian hidup kita. Kristus Yesus bangkit! Ya benar Dia telah bangkit, Halelujah.

     Salam Kasih,

     MAJELIS SINODE GPIB

Ketua Umum:Pdt. Drs. Paulus Kariso Rumambi, M.Si
Ketua I:Pdt. Marthen Leiwakabessy, S.Th.
Ketua II:Pdt. Drs.Melkisedek Puimera, M.Si.
Ketua III:Pdt. Ny.Maureen Suzanne Rumeser-Thomas, M.Th.
Ketua IV:Pen. Drs. Adrie Petrus Hendrik Nelwan
Ketua V:Pen. Mangara Saib Oloan Pangaribuan, SE
Sekretaris Umum:Pdt. Jacoba Marlene Joseph, M.Th.
Sekretaris I:Pdt. Ny.Elly Dominggus Pitoy-de Bell, S.Th.
Sekretaris II:Pen. Ny.Sheila Aryani Salomo, SH.
Bendahara:Pen. Ronny Hendrik Wayong, SE.
Bendahara I:Dkn. Eddy Maulana Soei Ndoen, SE.

 

  1. Petunjuk Pelaksanaan ini dibuat sebagai penjabaran lebih lanjut atas Peraturan Nomor 1 tahun 2010 revisi tahun 2015 tentang Presbiter dan Tata Cara Pengadaan Presbiter.
    Maksud dan tujuannya agar ada kejelasan dan kesamaan persepsi mengenai hal-hal teknis yang memerlukan pengaturan lebih lanjut atau yang belum diatur dalam Peraturan tersebut di atas.
  2. Hal-hal yang dipandang perlu untuk dijabarkan dalam petunjuk pelaksanaan ini ialah :
    1. Proses pemilihan diawali dengan rangkaian persiapan antara lain :
      1. Melaksanakan pendaftaran ulang (sensus) warga jemaat.
        • Sensus dilakukan dalam batas wilayah sebagaimana ditentukan dalam SK terakhir tentang Jemaat yang bersangkutan.
        • Batas - batas Sektor harus jelas.
      2. Membentuk Panitia Pemilihan.
        • Pendeta Jemaat dan Vikaris boleh menjadi anggota Panitia Pemilihan
      3. Menyiapkan perangkat administratif (Daftar Warga Jemaat, Daftar Warga Sidi Jemaat, Formulir-formulir dan lain-lain)
        • Daftar yang dibuat adalah Daftar Diaken-Penatua. Bukan kolom tersendiri untuk Diaken dan kolom tersendiri untuk Penatua.
        • Pangkat Bintara dalam Militer dan Polisi disamakan dengan level SMA
        • Golongan IIA dalam Pegawai Negeri Sipil disamakan dengan level SMA
      4. Batas usia sesuai Tata Gereja 2010 revisi tahun 2015 Peraturan Nomor 1 Pasal 3.2.b.8 namun dalam kondisi tertentu karena kebutuhan dapat ditentukan lain melalui keputusan Sidang Majelis Jemaat (SMJ).
    2. Proses pembinaan dimasukkan dalam kalender kegiatan Panitia menyangkut
      1. Pembinaan seluruh warga Jemaat sebelum dilaksanakannya tahap pencalonan; Pokok-pokok bahasan sesuai dengan yang disampaikan oleh Majelis Sinode Pembinaan dapat disampaikan dalam bentuk Ceramah, Khotbah dan Penelaahan
      2. Pembinaan untuk warga sidi Jemaat yang dicalonkan menjadi Diaken/Penatua (bakal calon).
      3. Pembinaan untuk Diaken/Penatua yang terpilih.
    3. Seluruh proses pemilihan hendaknya telah selesai sebelum tanggal 31 Oktober 2017 (berakhirnya tugas Diaken/Penatua masa bakti 2012-2017).
    4. PHMJ lama tetap berfungsi sampai terbentuknya PHMJ baru (masa bakti 2017-2019) melalui Surat Keputusan Majelis Sinode GPIB. Serah terima dilaksanakan dalam Sidang Majelis Jemaat.
    5. Warga Sidi Jemaat yang terdaftar di satu Jemaat dan berdomisili di wilayah berhak memilih dan dipilih.
    6. Warga Sidi Jemaat yang terdaftar di satu Jemaat namun berdomisili di luar wilayah pelayanan berhak memilih namun tidak berhak dipilih.
      1. Domisili adalah domisili dalam kenyataan dan bukan berdasarkan KTP.
      2. Bagi Jemaat - Jemaat yang bermasalah karena pengembangan kota, maka hal itu diselesaikan secara internal, bilateral dan multilateral oleh Jemaat - Jemaat yang bertetangga.
      3. Dalam kondisi tertentu karena kebutuhan dapat ditentukan lain melalui keputusan Sidang Majelis Jemaat (SMJ).
    7. Warga Sidi Jemaat yang nyat-nyata diketahui telah dibaptis ulang pada denominasi lain tidak berhak dipilih, kecuali dengan pembaharuan pengakuan terlebih dahulu.
    8. Apabila dalam satu keluarga sesuai dengan Kartu warga jemaat di Jemaat - dicalonkan lebih dari 1 (satu) orang, harus dipastikan yang menjadi calon tetap hanya 1 (satu) orang. (Suami, istri atau anak yang belum menikah harus memutuskan salah seorang yang menjadi Calon Tetap).
    9. Suami/istri yang tidak boleh dipilih adalah :
      1. Suami/istri Pendeta, Pegawai/tenaga honorer GPIB.
      2. Suami/istri dari penganut agama/denominasi/gereja lain yang berdomisili dalam wilayah pelayanan Jemaat.
      3. Suami/istri yang beda agama.
      4. Suami/istri yang beda keanggotaan Gereja.
      5. Suami/istri yang berkeanggotaan Gereja secara ganda.
      6. Tidak bercerai hidup (Peraturan nomor 1 pasal 3 ayat 2.a.3). Dalam hal ini, sebelum diputuskan, diperlukan percakapan khusus dengan ketua panitia.
      7. Suami/istri yang menikah secara adat harus mensahkan perkawinannya secara gereja dan mencatatkan perkawinannya ke Catatan Sipil atau kantor kecamatan terdekat.
    10. Diaken/Penatua yang sedang mengemban tugas sinodal tidak perlu dipilih. Yang bersangkutan secara ex officio termasuk dalam Daftar Diaken/Penatua terpilih yang diikutsertakan pula dalam ibadah Peneguhan.
      1. Perimbangan jumlah Diaken dan Penatua tidak boleh dikurangi bila ada Diaken/Penatua yang mengemban tugas Sinodal yang menjadi anggota majelis jemaat.
      2. Yang dimaksud dengan tugas Sinodal ialah Diaken/Penatua yang pada saat pemilihan mengemban tugas sebagai :
        1. Anggota Majelis Sinode GPIB
        2. Anggota BPPG GPIB
        3. Anggota Badan Pekerja Harian Gereja Protestan di Indonesia (GPI)
        4. Anggota Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI)
    11. Diaken/Penatua terpilih yang tidak dapat hadir dalam Ibadah Peneguhan dapat dilaksanakan kemudian (susulan). Sebelum "diteguhkan" yang bersangkutan belum diperkenankan melaksanakan tugasnya.
    12. Dewan/Pengurus PELKAT yang terpilih untuk menjadi Penatua atau Diaken harus melepaskan keanggotaannya pada Dewan/Pengurus PELKAT.
    13. Jika ada surat keberatan harus disertai identitas yang jelas dan dilakukan percakapan oleh ketua panitia pemilihan. Surat-surat Keberatan tanpa identitas yang jelas tidak perlu dilayani.
    14. Pedoman jadwal proses pemilihan Diaken dan Penatua GPIB masa bakti 2017-2022 akan disampaikan kemudian.
 

 
 



Buang Sampah Pada Tempatnya
Pilahlah Sampah
Gotong Royong
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534

Flag Counter


Woro-woro


 
DONOR DARAH

Akan dilaksanakan pada :
Hari/Tgl. : Minggu 7 Mei 2017
Waktu : Pukul 11.00 WIB
Tempat : GSG 1 Zebaoth Bogor
Mereka Selamat Kita Sehat.



SIARAN RADIO GPIB

GPIB telah melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.