Anda harus mengaktifkan JavaScript agar bisa mendapatkan informasi-informasi kami. Atau mungkin browser anda tidak mendukung JavaScript

GPIB "ZEBAOTH" Bogor , Anggota ti Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat - Gereja Protestan di Indonesia bagian Kulon - Protestant Church in the Western part of Indonesia - De Protestantse Kerk Westelijk Indonesie. Anu mangrupa salah sahiji ti 53 jemaat mimiti GPIB di warsih 1948. Gereja ieu perenahna di puseur dayeuh Bogor ti Indonesia sarta mangrupa hiji-hijina gereja anu aya dina lingkungan Kebun Raya Bogor. Peletakan batu kahiji gedong gereja Zebaoth dipigawe dina 30 Januari 1920 sarta dibere wasta Köningin Wilhelminakerk.

SAMPURASUN

 

WARTOS

Kepada Yth :
Seluruh Majelis Jemaat GPIB
Di
Tempat

Salam sejahtera,

     Puji syukur kepada Tuhan yang selalu menuntun kita berjalan bersama memaknai tugas-tugas panggilan dan pengutusan-Nya bagi Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat.

     Dalam semangat menghadirkan diri sebagai teman sekerja Allah ditengah konteks hidup berbangsa dan bernegara Indonesia, bersama ini kami menyampaikan Surat Gembala kepada seluruh warga Jemaat Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat.

     Surat Gembala ini diharapkan dapat menyemangati kita bersama dalam menghadapi kondisi yang berkembang akhir-akhir ini. Persoalan-persoalan yang terjadi diharapkan tidak menyurutkan semangat kita untuk terus bersaksi memancarkan cinta kasih Kristus lewat persekutuan dan pelayanan kita bersama.

     Demikian penyampaian kami, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Tuhan memberkati pelayanan kita bersama.



Berdoa dan Bekerja

     Indonesia negaraku Tuhan yang membrikannya
Kuserahkan di doaku pada Yang Maha Esa
Bangsa rakyat Indonesia, Tuhanlah pelindungnya;
Dalam duka serta suka Tuhan yang dipandangnya
Kemakmuran, kesuburan, Tuhan saja sumbernya
Keadilan, keamanan, Tuhan menetapkannya

     Ketika orang mempercakapkan hal kemajemukan negeri kita tercinta Indonesia selalu menjadi acuan. Walau demikian, yang harus kita pahami bahwa kemajemukan itu merupakan kenyataan yang ada di setiap negara di dunia ini, bukan hanya di Indonesia.

     Kemajemukan itu sebuah kenyataan global dalam pemahaman bahwa di dalam suatu kehidupan bersama selaku makluk sosial, ada perbedaan-perbedaan suku, agama, ras, budaya bahkan perbedaan dalam tingkat sosial ekonomi dan lain-lain. Perbedaan-perbedaan ini pada dirinya sendiri terkandung hal-hal baik yang dapat memberi pengaruh positif, tetapi juga di dalamnya bisa ada bibit-bibit yang dapat memengaruhi kehidupan bersama secara negatif bagi kelangsungan hidup suatu bangsa.

     Keadaan nyata ini sangat disadari oleh para pendiri bangsa ini sehingga dalam pergumulan yang panjang akhirnya negara kita tercinta didirikan di atas dasar Pancasila. Di sinilah letak kekhasan Indonesia. Inilah kasih karunia Allah yang harus disyukuri.

     Jika sampai pada saat ini negara Indonesia masih tetap dan terus bersatu, itu karena pengelolaan kemajemukan itu didasarkan pada Pancasila dasar negara kita. Inilah yang membuat Indonesia itu berbeda dengan negara-negara lain yang juga kehidupan kebangsaan mereka dihiasi oleh kemajemukan yang kurang lebih sama dengan yang ada di negara kita.

     Sebagai insan beriman kita patut bersyukur karena "atas berkat rahmat Allah yang Mahakuasa" Indonesia menyatakan kemerdekaannya.

     Tetapi pada akhir-akhir ini kita rasakan suasana yang tidak nyaman lagi sebagai suatu bangsa yang bersatu karena kemajemukan itu kini dipertanyakan, sehingga dia menjadi sumber permasalahan di tengah-tengah kebersamaan kita selaku bangsa. Kemajemukan itu kini diabaikan oleh sekelompok orang yang dengan sangat sengaja menghembuskan secara kencang salah satu elemen dari kemajemukan itu yaitu "agama" dan mengabaikan Pancasila sebagai dasar negara dan perekat keberagaman kita.

     Setuju atau tidak, tetapi yang mengemuka sekarang ini adalah kecendrungan sekelompok orang memainkan politik identitas, politik aliran untuk mencapai maksudnya, sehingga negara kita yang dipuji-puji banyak bangsa soal pengelolaan kegberagaman itu kini mulai memudar, yang pada gilirannya akan terjadi perubahan pada persatuan dan kesatuan bangsa ini.

     Apa sikap kita dan apa yang harus kita lakukan selaku warga negara, anggota masyarakat, tetapi juga sekaligus sebagai orang-orang yang mengalaskan kehidupan atas dasar iman yaitu dasar yang berbeda dengan ideologi politik lainnya?

     Selaku warga gereja, hal menyatu dengan pergumulan bangsa bukan saja merupakan hal yang positif, tetapi juga merupakan suatu tindakan yang Alkitabiah:

     "Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu" (Yeremia 29:7).

     Mencermati keadaan negara kita kini, maka sikap kita selaku warga negara sekaligus sebagai warga gereja adalah sebagai berikut:

  1. Bahwa Allah sebagai Sumber Kuasa, memberikan kuasa kepada pemerintah guna mendatangkan keadilan dan kesejahteraan, memelihara ketertiban serta mencegah dan meniadakan kekacauan dan kejahatan. Sebagai warga masyarakat mari kita doakan pemerintah.
  2. Mendukung pemerintah secara penuh, agar pemerintah dapat melaksanakan mandat konstitusi dalam rangka cita-cita luhur kita yaitu masyarakat yang adil dan makmur serta sejahtera berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.
  3. Bersama pemerintah, kita melakukan pembangunan diberbagai bidang untuk mengentaskan kemiskinan, menciptakan lapangan kerja dan mempersempit kesenjangan sosial.
  4. Menolak secara tegas praktik politik identitas, politik aliran dan praktik korupsi yang nyata-nyata bertentangan dengan cita-cita kemerdekaan dan yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
  5. Warga gereja tetap tenang menyikapi situasi dan jangan terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan.
  6. Warga gereja bersama warga masyarakat lainnya harus merawat kebhinekaan yang merupakan kenyataan dengan iman bahwa perbedaan itu adalah anugerah Tuhan bagi Republik ini.
  7. Mempererat hubungan dengan warga masyarakat lain dan menghindari sikap yang eksklusif Kristen karena hal ini bertentangan dengan makna kehadiran kita selaku orang beriman.
  8. Pentingnya koordinasi dengan RT/RW/Lurah/Camat dan atau aparat lainnya sehingga secara dini kita dapat mencegah pikiran-pikiran berbangsa dan bernegara yang tidak sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
  9. Terkait dengan itu, kita harus memiliki tanggungjawab terhadap budaya anti kekerasan serta menghormati kehidupan.
  10. Kita harus mempraktekkan budaya solider dan toleran di tengah-tengah keberagaman.
  11. Dalam segala hal, berdoalah meminta tuntunan Tuhan dalam Roh-Nya yang Kudus agar kita beroleh hikmat dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa kita.

     Demikian Surat Gembala ini disampaikan demi pelaksanaan tugas panggilan kita sebagai warga gereja di tengah-tengah negara Republik Indonesia.

Salam Kasih,

MAJELIS SINODE GPIB

Ketua Umum:Pdt. Drs. Paulus Kariso Rumambi, M.Si
Ketua I:Pdt. Marthen Leiwakabessy, S.Th.
Ketua II:Pdt. Drs.Melkisedek Puimera, M.Si.
Ketua III:Pdt. Ny.Maureen Suzanne Rumeser-Thomas, M.Th.
Ketua IV:Pen. Drs. Adrie Petrus Hendrik Nelwan
Ketua V:Pen. Mangara Saib Oloan Pangaribuan, SE
Sekretaris Umum:Pdt. Jacoba Marlene Joseph, M.Th.
Sekretaris I:Pdt. Ny.Elly Dominggus Pitoy-de Bell, S.Th.
Sekretaris II:Pen. Ny.Sheila Aryani Salomo, SH.
Bendahara:Pen. Ronny Hendrik Wayong, SE.
Bendahara I:Dkn. Eddy Maulana Soei Ndoen, SE.





GPIB telah melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.



Ruang KMJ

     Kita baru saja merayakan hari Kenaikan Tuhan Yesus dan sebentar lagi kita akan memperingati Kenaikan Roh Kudus (Pentakosta) atau hari yang ke 50 sesudah hari Paskah.

     Dalam pemahaman Trinitarian: Bapa, Anak dan Roh Kudus tidak terpisahkan, tapi satu kesatuan yang utuh. Bapa, Anak dan Roh Kudus tidak terbagi-bagi. Ketiganya adalah satu.
Bagi orang-orang percaya, Tuhan Yesus adalah teladan yang riil (kongkrit atau nyata). Allah yang menjelma menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus yang diberi Kuasa Ilahi.

     Sebagai yang riil, Tuhan Yesus dapat 'dilihat' di dalam hidup dan karya pelayanannya selama di dunia ini. Tetapi kemudian, 40 hari setelah hari Paskah, ketika Tuhan Yesus naik ke sorga, Ia tidak lagi menampakkan diri kepada murid-muridnya. Tetapi Tuhan Yesus tidak meninggalkan kita, karena Bapa di sorga mengutus Roh Kudus sebagai Roh Kebenaran dan Roh Penolong yang akan menyertai murid-muridnya.

     Roh Kudus inilah yang memberi pencerahan kepada Gereja dan orang-orang percaya masa kini untuk melakukan suatu tanggungjawab, prilaku etis dan moralitas yang berlandaskan kebenaran Firman Tuhan sebagai pengarah kehidupan.

     Buktinya, Hidup kita dituntun oleh Roh Kudus, dalam kegiatan sehari-hari di rumah, di kantor dan dalam pelayanan jemaat kita disertai oleh Roh Kudus dalam pergumulan kita dikuatkan oleh Roh Kudus, sehingga kita diberi kemampuan untuk menghadapinya.

     Jadi dapat dikatakan bahwa era ini adalah era dimana Roh Kudus sedang bekerja menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh orang percaya.

     Roh Kudus adalah dinamit Tuhan yang kekuatannya luar biasa. Jika Roh Kudus bekerja, maka Roh itu sangat dinamis dan akan mencapai tujuannya secara fungsional. Terutama bagi orang mengandalkan Roh Kudus dan bukan Roh kekuatannya sendiri atau Roh kedagingan. Tidak ada kuasa manapun yang dapat menghalangi pekerjaan Roh Kudus.

     Kita bisa melakukan apa yang baik dalam hidup ini, karena Roh Kudus yang memberi pencerahan di hati kita. Roh Kudus itu bekerja dalam hidup kita saat ini sampai Tuhan Yesus datang kembali.

 
 

 
 



Buang Sampah Pada Tempatnya
Pilahlah Sampah
Gotong Royong
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534

Flag Counter


Woro-woro




SIARAN RADIO GPIB

GPIB telah melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.