Anda harus mengaktifkan JavaScript agar bisa mendapatkan informasi-informasi kami. Atau mungkin browser anda tidak mendukung JavaScript

GPIB "ZEBAOTH" Bogor , Anggota ti Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat - Gereja Protestan di Indonesia bagian Kulon - Protestant Church in the Western part of Indonesia - De Protestantse Kerk Westelijk Indonesie. Anu mangrupa salah sahiji ti 53 jemaat mimiti GPIB di warsih 1948. Gereja ieu perenahna di puseur dayeuh Bogor ti Indonesia sarta mangrupa hiji-hijina gereja anu aya dina lingkungan Kebun Raya Bogor. Peletakan batu kahiji gedong gereja Zebaoth dipigawe dina 30 Januari 1920 sarta dibere wasta Köningin Wilhelminakerk.

SAMPURASUN

 

WARTOS



GPIB telah melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.



Ruang KMJ

     Pembobotan Perayaan Paskah terkesan masih kurang optimal dibanding hari raya Kristen lainnya, seperti Natal. Kontribusi orang Kristen dalam peristiwa Paskah juga sedikit sekali. Penyebabnya, apakah kurang pemahaman atau memang kurang mau berkontribusi. Di sini diperlukan pengayaan pemahaman yang berkelanjutan. Masyarakatpun kurang mengenal hari Paskah.

     Pada umumnya, perayaan Paskah dirayakan oleh orang-orang Kristen saja, dan tempatnya terbatas, apakah di dalam gedung Gereja atau di rumah keluarga Kristen. Dan ada juga yang merayakannya di tengah-tengah lapangan pada waktu subuh. Semuanya itu biasanya berjalan sederhana saja, tidak menyolok. Tayangan TV biasanya menyiarkan sedikit berupa cuplikan-cuplikan saja. Berbeda dengan Natal yang disiarkan oleh TV lebih luas dan lebih meriah. Tidak sedikit orang Kristen yang membiarkan peristiwa Paskah itu berlalu biasa-biasa saja. Kesannya tidak ada gregetnya dan kurang kreatif, baik dalam mempersiapkan acara dan menggali potensi karunia-karunia dalam jemaat.

     Peristiwa Paskah adalah perayaan yang sangat penting, yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Iman atau kepercayaan kita bertumpu pada peristiwa Paskah. Sesuatu yang sangat sentral bagi iman Kristen. Jika tidak ada hari Paskah atau jika Yesus tidak dibangkitkan dari antara orang mati, maka jika kita mati entahlah kita jadi apa? Tidak ada kepastian hidup yang kekal. Kalau kita tinggal terus di dalam kematian (tidak turut dibangkitkan), tidak lagi memiliki kehidupan di kehidupan yang akan datang (kehidupan di surga) buat apa menjadi orang Kristen? Dengan adanya hari Paskah membuktikan bahwa Yesus hidup dan kehidupan orang Kristen pada kehidupan yang akan datang tidak seperti yang ditayangkan dalam sinetron-sinetron di TV. Akan mengalami azab dan kubur, akan menjadi lautan darah, menjadi monyet jadi-jadian dan sebagainya. Ini tidak sesuai dengan iman Kristen. Sebab kalau kita mati, maka kita akan hidup bersama dengan Yesus.

     Kehidupan Yesus mulai dari kelahiran-Nya (Natal) di Betlehem, kematian-Nya (Jumat Agung) di Bukit Tengkorak sampai pada kebangkitan-Nya (Paskah) di kubur Yusuf Arimatea, sama-sama penting dan tidak dapat dipisah-pisahkan. Harus dilihat secara utuh. Di dalam tubuh kita banyak bagian-bagiannya, seluruhnya merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Kita tidak boleh berkata bahwa mata itu lebih penting daripada telinga, kaki lebih penting daripada tangan dan seterusnya. Karya Tuhan Yesus tidak dapat dipotong-potong menjadi bagian-bagian yang penting dan tidak penting atau kurang penting. Seluruh kehidupan Tuhan Yesus adalah penting, bahkan mutlak penting bagi dunia dan seluruh umat manusia. Karena itu, kelahiran Tuhan Yesus maupun kebangkitan-Nya, sama penting bagi setiap orang beriman.

     Baik Natal maupun Paskah merupakan perayaan iman yang perlu kita pancarkan ke seluruh muka bumi, karena merupakan muara keselamatan bagi kita orang beriman. Paskah perlu kita beri tekanan iman, bahwa oleh kebangkitan Yesus itu kita ikut dibangkitkan, dan kehidupan Yesus memberikan kepada kita kepastian hidup yang kekal.

     Kiranya dalam suasana Paskah kita berada dalam kemenangan Kristus, bahwa maut tidak lagi berkuasa atas diri kita.


  1. Petunjuk Pelaksanaan ini dibuat sebagai penjabaran lebih lanjut atas Peraturan Nomor 1 tahun 2010 revisi tahun 2015 tentang Presbiter dan Tata Cara Pengadaan Presbiter.
    Maksud dan tujuannya agar ada kejelasan dan kesamaan persepsi mengenai hal-hal teknis yang memerlukan pengaturan lebih lanjut atau yang belum diatur dalam Peraturan tersebut di atas.
  2. Hal-hal yang dipandang perlu untuk dijabarkan dalam petunjuk pelaksanaan ini ialah :
    1. Proses pemilihan diawali dengan rangkaian persiapan antara lain :
      1. Melaksanakan pendaftaran ulang (sensus) warga jemaat.
        • Sensus dilakukan dalam batas wilayah sebagaimana ditentukan dalam SK terakhir tentang Jemaat yang bersangkutan.
        • Batas - batas Sektor harus jelas.
      2. Membentuk Panitia Pemilihan.
        • Pendeta Jemaat dan Vikaris boleh menjadi anggota Panitia Pemilihan
      3. Menyiapkan perangkat administratif (Daftar Warga Jemaat, Daftar Warga Sidi Jemaat, Formulir-formulir dan lain-lain)
        • Daftar yang dibuat adalah Daftar Diaken-Penatua. Bukan kolom tersendiri untuk Diaken dan kolom tersendiri untuk Penatua.
        • Pangkat Bintara dalam Militer dan Polisi disamakan dengan level SMA
        • Golongan IIA dalam Pegawai Negeri Sipil disamakan dengan level SMA
      4. Batas usia sesuai Tata Gereja 2010 revisi tahun 2015 Peraturan Nomor 1 Pasal 3.2.b.8 namun dalam kondisi tertentu karena kebutuhan dapat ditentukan lain melalui keputusan Sidang Majelis Jemaat (SMJ).
    2. Proses pembinaan dimasukkan dalam kalender kegiatan Panitia menyangkut
      1. Pembinaan seluruh warga Jemaat sebelum dilaksanakannya tahap pencalonan; Pokok-pokok bahasan sesuai dengan yang disampaikan oleh Majelis Sinode Pembinaan dapat disampaikan dalam bentuk Ceramah, Khotbah dan Penelaahan
      2. Pembinaan untuk warga sidi Jemaat yang dicalonkan menjadi Diaken/Penatua (bakal calon).
      3. Pembinaan untuk Diaken/Penatua yang terpilih.
    3. Seluruh proses pemilihan hendaknya telah selesai sebelum tanggal 31 Oktober 2017 (berakhirnya tugas Diaken/Penatua masa bakti 2012-2017).
    4. PHMJ lama tetap berfungsi sampai terbentuknya PHMJ baru (masa bakti 2017-2019) melalui Surat Keputusan Majelis Sinode GPIB. Serah terima dilaksanakan dalam Sidang Majelis Jemaat.
    5. Warga Sidi Jemaat yang terdaftar di satu Jemaat dan berdomisili di wilayah berhak memilih dan dipilih.
    6. Warga Sidi Jemaat yang terdaftar di satu Jemaat namun berdomisili di luar wilayah pelayanan berhak memilih namun tidak berhak dipilih.
      1. Domisili adalah domisili dalam kenyataan dan bukan berdasarkan KTP.
      2. Bagi Jemaat - Jemaat yang bermasalah karena pengembangan kota, maka hal itu diselesaikan secara internal, bilateral dan multilateral oleh Jemaat - Jemaat yang bertetangga.
      3. Dalam kondisi tertentu karena kebutuhan dapat ditentukan lain melalui keputusan Sidang Majelis Jemaat (SMJ).
    7. Warga Sidi Jemaat yang nyat-nyata diketahui telah dibaptis ulang pada denominasi lain tidak berhak dipilih, kecuali dengan pembaharuan pengakuan terlebih dahulu.
    8. Apabila dalam satu keluarga sesuai dengan Kartu warga jemaat di Jemaat - dicalonkan lebih dari 1 (satu) orang, harus dipastikan yang menjadi calon tetap hanya 1 (satu) orang. (Suami, istri atau anak yang belum menikah harus memutuskan salah seorang yang menjadi Calon Tetap).
    9. Suami/istri yang tidak boleh dipilih adalah :
      1. Suami/istri Pendeta, Pegawai/tenaga honorer GPIB.
      2. Suami/istri dari penganut agama/denominasi/gereja lain yang berdomisili dalam wilayah pelayanan Jemaat.
      3. Suami/istri yang beda agama.
      4. Suami/istri yang beda keanggotaan Gereja.
      5. Suami/istri yang berkeanggotaan Gereja secara ganda.
      6. Tidak bercerai hidup (Peraturan nomor 1 pasal 3 ayat 2.a.3). Dalam hal ini, sebelum diputuskan, diperlukan percakapan khusus dengan ketua panitia.
      7. Suami/istri yang menikah secara adat harus mensahkan perkawinannya secara gereja dan mencatatkan perkawinannya ke Catatan Sipil atau kantor kecamatan terdekat.
    10. Diaken/Penatua yang sedang mengemban tugas sinodal tidak perlu dipilih. Yang bersangkutan secara ex officio termasuk dalam Daftar Diaken/Penatua terpilih yang diikutsertakan pula dalam ibadah Peneguhan.
      1. Perimbangan jumlah Diaken dan Penatua tidak boleh dikurangi bila ada Diaken/Penatua yang mengemban tugas Sinodal yang menjadi anggota majelis jemaat.
      2. Yang dimaksud dengan tugas Sinodal ialah Diaken/Penatua yang pada saat pemilihan mengemban tugas sebagai :
        1. Anggota Majelis Sinode GPIB
        2. Anggota BPPG GPIB
        3. Anggota Badan Pekerja Harian Gereja Protestan di Indonesia (GPI)
        4. Anggota Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI)
    11. Diaken/Penatua terpilih yang tidak dapat hadir dalam Ibadah Peneguhan dapat dilaksanakan kemudian (susulan). Sebelum "diteguhkan" yang bersangkutan belum diperkenankan melaksanakan tugasnya.
    12. Dewan/Pengurus PELKAT yang terpilih untuk menjadi Penatua atau Diaken harus melepaskan keanggotaannya pada Dewan/Pengurus PELKAT.
    13. Jika ada surat keberatan harus disertai identitas yang jelas dan dilakukan percakapan oleh ketua panitia pemilihan. Surat-surat Keberatan tanpa identitas yang jelas tidak perlu dilayani.
    14. Pedoman jadwal proses pemilihan Diaken dan Penatua GPIB masa bakti 2017-2022 akan disampaikan kemudian.
 

 
 



Buang Sampah Pada Tempatnya
Pilahlah Sampah
Gotong Royong
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 534

Flag Counter


Woro-woro


SIARAN RADIO GPIB

GPIB telah melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.