Anda harus mengaktifkan JavaScript agar bisa mendapatkan informasi-informasi kami. Atau mungkin browser anda tidak mendukung JavaScript

GPIB "ZEBAOTH" Bogor , Anggota ti Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat - Gereja Protestan di Indonesia bagian Kulon - Protestant Church in the Western part of Indonesia - De Protestantse Kerk Westelijk Indonesie. Anu mangrupa salah sahiji ti 53 jemaat mimiti GPIB di warsih 1948. Gereja ieu perenahna di puseur dayeuh Bogor ti Indonesia sarta mangrupa hiji-hijina gereja anu aya dina lingkungan Kebun Raya Bogor. Peletakan batu kahiji gedong gereja Zebaoth dipigawe dina 30 Januari 1920 sarta dibere wasta Köningin Wilhelminakerk.

SAMPURASUN

 

WARTOS

Bacaan: Yohanes 3:14-17

Ayat Emas
Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.
(Ibr. 9:22)

     Tanggal 17 September diperingati sebagai hari Palang Merah Indonesia atau yang biasa disingkat PMI. PMI adalah organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan, salah satu kegiatannya adalah donor darah. Dalam berbagai kesempatan, masyarakat dihimbau untuk mendonorkan darahnya bagi orang-orang yang nantinya membutuhkan. Aksi ini sungguh mulia bukan?

     Tahukah anda ribuan tahun yang lalu ada pribadi yang rela memberikan bukan saja darah-Nya, namun juga nyawa-Nya, agar kita selamat dan tidak mengalami kebinasaan? Ya, Tuhan Yesus datang ke dunia ini untuk memberikan hidup-Nya supaya kita yang tadinya mengalami penghukuman akibat dosa bisa menikmati hidup yang kekal.

     Bayangkan, jika Tuhan Yesus tidak turun ke dunia ini dan jadi manusia? Seandainya Tuhan Yesus hanya memikirkan dirinya sendiri, tidak mau tahu dengan ciptaan-Nya, tidak mau berkorban, maka tidak ada penebusan dosa bagi kita semua.

     Ketidakegoisan Tuhan Yesus telah menyelamatkan kita. Begitu juga dengan aksi orang-orang yang rela menyumbang sedikit darahnya bagi sesamanya yang membutuhkan. Melalui hal ini, mari belajar menjadi anak-Nya yang tak hanya memusatkan perhatian pada kepentingan sendiri, melainkan mau berkorban, membantu sesama bagi kemuliaan nama Tuhan.

     Doaku:
'Bapa di Surga, ajari aku menjadi anak-Mu yang mau berkorban, yang suka memperhatikan kebutuhan orang banyak. Dalam nama-Mu aku berdoa. Amin."





GPIB telah melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.



Ruang KMJ

     Kita sudah berada pada proses akhir pemilihan Penatua dan Diaken GPIB Jemaat Zebaoth Bogor periode 2012 – 2017.

     Selanjutnya hasil-hasil proses Pemilihan Penatua dan Diaken tersebut akan disampaikan kepada Majelis Sinode GPIB guna mendapatkan penetapannya. Sesuai jadwal, Penatua dan Diaken yang terpilih akan diteguhkan dalam Ibadah hari Minggu, memperingati Hari Pembaharuan Gereja (Reformasi) dan HUT ke-69 GPIB setiap tanggal 31 Oktober.

     Secara organisatoris, Penatua dan Diaken GPIB Jemaat Zebaoth melembaga dalam wadah Majelis Jemaat yang adalah Pimpinan Jemaat yang akan bertugas selama 5 tahun ke depan. Sudah barang tentu Penatua dan Diaken yang diteguhkan memiliki kecakapan individual seperti talenta (pembawaan lahirilah), pendidikan formal (SLTA/PT), pengetahuan (manager, ekonom, praktisi hukum, pengalaman hidup/kemampuan). Sikap/atitude dan integritas (keutuhan pribadi). Apa yang dimiliki harus dikelola, diberdayakan menjadi energi positif untuk mendukung kemampuan bekerja sama (Super Tim).

     Tim yang dibangun harus benar-benar berfungsi secara konsekuen dan proporsional (sesuai penugasan masing-masing). Kalau ini yang terjadi, maka Tim ini akan lebih hebat daripada "a dream team" (Tim Impian), yang belum pasti kenyataanya. Tentu saja di dalam membangun Tim Kerja, kita menghadapi individu-individu yang memiliki ego pribadi yang tinggi, yang bisa tunduk kepada irama permainan Tim secara kolektif. Sebab pada dasarnya Majelis Jemaat (pendeta, penatua, diaken) bekerja secara kolektif (bersama-sama). Tidak ada yang lebih unggul dan menonjolkan dirinya sendiri. Kalau ada, maka ini namanya salah kaprah, dan berjalan tidak sesuai alur sistim. Sebab wadah yang tertinggi untuk mengambil keputusan di dalam Jemaat adalah Sidang Majelis Jemaat (SMJ).

     Sebab itu membangun Tim Kerja diperlukan :

  1.      Kesadaran masing-masing individu akan role atau peranannya masing-masing, sebagai Presbiter dia punya peran apa? Sebagai Koordinator Sektor (Korsek) dia mempunyai fungsi apa? Harus jelas. Sudah/belum dilaksanakan?

  2.      Adanya apresiasi yang setara terhadap semua peran (role) yang ada. Dan yang memberi apresiasi itu adalah Pendeta sebagai Gembala Jemaat. Bukan hanya Penatua dan Diaken yang membantu Pendeta, tetapi Pendeta selaku Gembala Jemaat harus memperlengkapi dan membantu Penatua dan Diaken.

  3.      Memahami pendekatan efektif : tugas-tugas Penatua dan Diaken bukan hanya pada tatanan pewartaan/pemberitahuan, tetapi juga di dalam tindakan-tindakan yang konkrit. Apa yang sudah dibuat oleh Majelis Jemaat? Misalnya : Pelayanan dan Kesaksian (Pelkes) terhadap orang-orang yang lemah, yang mengalami penderitaan hidup, yang sulit secara ekonomi, mesti merupakan gerakan "Peduli Kasih" secara bersama-sama, berencana dan tepat guna.

     Untuk membangun Tim yang dapat bekerja sama, maka yang menentukan adalah sikap/atitude anggota Tim, seperti:

  1.      Penyangkalan diri

  2.      Saling percaya (trust)

  3.      Saling mendukung (support)

  4.      Ketulusan hati (jangan ada rekayasa busuk). Bdk. 2 Tim.1:5, "Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus iklas, yaitu Iman yang pertama-tama hidup ………. "

  5.      Komunikasi yang komunikatif (sambung rasa yang intens) dengan anggota-anggota Tim

     Agar Tim bekerja dinamis, maka peran Korsek sangat menentukan. Walaupun kedudukan Korsek tidak struktural dalam bagan Presbiterial Sinodal Gereja kita, tetapi sangat fungsional perannya.

     Apa tugas Korsek?

  1.      Korsek mengkoordinir Presbiter di Sektor masing-masing yang menyangkut tugastugasnya. Sebab itu, Korsek dan Wakil Korsek dipilih atau ditunjuk dari antara para Presbiter di sektor. Bukan oleh Warga Jemaat Sektor.

  2.      Mensosialisasikan kebijakan-kebijakan Majelis Jemaat/PHM di Sektor-Sektor Pelayanan, agar Warga Jemaat turut mengambil bagian dan kegiatan Jemaat.

  3.      Bila ada Warga Jemaat yang meninggal dunia, maka Korsek berkoordinasi dengan Ketua 1 dan Sekretaris 1 atau Unit Diakonia Kedukaan. Warga Jemaat yang ingin menikah dimohon terlebih dahulu memberitahukan kepada Korsek dengan melengkapi semua persyaratan yang diminta, karena Korsek yang mengenal Warga Jemaat di Sektornya masing-masing.

  4.      Ibadah hari Minggu harus dicek persiapannya oleh Pendeta, Komisi Teologi dan Presbiter yang bertugas (triple cek), agar tingkat kekeliruannya sekecil mungkin. Sebaiknya pengaturan Sound System, Orgel/Organ sudah dilakukan pada hari Sabtu malam (sudah steril) dan pada hari Minggu tinggal pelaksanaannya saja.

 
 

 
 



Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535.jpg
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535
Buang Sampah Pada Tempatnya
Pilahlah Sampah
Gotong Royong

Flag Counter


Woro-woro

SIARAN RADIO GPIB

GPIB telah melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.