Anda harus mengaktifkan JavaScript agar bisa mendapatkan informasi-informasi kami. Atau mungkin browser anda tidak mendukung JavaScript

GPIB "ZEBAOTH" Bogor , Anggota ti Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat - Gereja Protestan di Indonesia bagian Kulon - Protestant Church in the Western part of Indonesia - De Protestantse Kerk Westelijk Indonesie. Anu mangrupa salah sahiji ti 53 jemaat mimiti GPIB di warsih 1948. Gereja ieu perenahna di puseur dayeuh Bogor ti Indonesia sarta mangrupa hiji-hijina gereja anu aya dina lingkungan Kebun Raya Bogor. Peletakan batu kahiji gedong gereja Zebaoth dipigawe dina 30 Januari 1920 sarta dibere wasta Köningin Wilhelminakerk.

SAMPURASUN

 

WARTOS

“PEREMPUAN BERSAHAJA”
(1 Tesalonika 4 : 11-12)

 

     Perempuan diciptakan Allah dengan segala kehormatan dan keistimewaannya; ia adalah Penolong yang sepadan bagi laki-laki (Kejadian 2:18, 23). Perempuan bukanlah sosok kelas dua, atau sosok yang tidak penting; sebaliknya, perempuan memiliki status, peran dan fungsi yang sama penting dengan keberadaan laki-laki.

     Perempuan berperan untuk menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah di tengah kehidupan keluarga, gereja dan masyarakat. Dan untuk memenuhi peran pentingnya, maka setiap perempuan semestinya memiliki sifat-sifat, perilaku serta perihidup yang sesuai dengan kehormatan dan keistimewaannya.

     Tema dalam rangka mensyukuri Hari Ulang Tahun Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Perempuan tahun 2018, adalah: “PEREMPUAN BERSAHAJA” (1 Tesalonika 4:11-12).

     Perempuan bersahaja bukan diartikan sebagai perempuan yang biasa-biasa saja, atau bahkan diartikan sebagai perempuan yang hidupnya tidak memiliki kualitas apa-apa. Perempuan bersahaja yang dimaksud justru memberikan pesan yang sangat kuat tentang kualitas diri seorang perempuan.

     Perempuan bersahaja adalah perempuan yang sadar, dewasa dan matang dalam hidupnya. Perempuan bersahaja adalah perempuan yang sadar akan hidupnya terus-menerus dipelihara dengan baik dalam kesetiaan dan ketaatan kepada Allah sehingga hidupnya berkenan di hadapan Allah.

     Perempuan bersahaja adalah perempuan yang dewasa, yang bukan hanya memiliki pemahaman iman yang baik, tetapi juga mau dan mampu untuk menerapkan pemahaman iman itu menjadi dasar perilaku dan perihidup yang berkualitas.

     Perempuan bersahaja adalah perempuan yang matang dalam keutuhan status, peran dan fungsinya; artinya ia tidak hidup karena pengaruh zaman now, yang serba instant dan penuh sensasi, tetapi sebaliknya ia tetap hidup dengan pola yang jelas, sederhana, tenang dan selalu membawa manfaat.

     Mensyukuri perjalanan pelayanan Pelkat PKP GPIB di tahun ke-53, maka kita semua selaku bagian utuh dari Pelkat PKP GPIB, kita bersama-sama diingatkan untuk melanjutkan karya layan kita; karya layan yang berdasar pada panggilan dan pengutusan-Nya bagi kita. Karena itu karya layan kita semua adalah karya layan yang terus mengarah hanya pada misi Allah bagi kita.

     Melalui Pelkat PKP, baiklah kita mengembangkan karya layan kita sehingga kita bersama dapat menjadi perempuan bersahaja, perempuan yang hidupnya berkenan di hadapan Allah, yang hidupnya diberkati dan yang hidupnya menjadi berkat bagi keluarga, gereja dan masyarakat. Perempuan bersahaja adalah perempuan yang sungguh-sungguh memenuhi status, peran dan fungsi sebagai Ibu yang adalah pengayom, pengarah dan penolong.

     Tahun ini adalah tahun pergantian pengurus Unit-unit Misioner, termasuk di dalamnya Pengurus Pelkat PKP. Baiklah semua kita, pengurus yang telah selesai masa baktinya maupun pengurus yang baru terpilih, bahkan seluruh kita sebagai anggota Pelkat PKP, kita bersama-sama membangun dan mengembangkan Pelkat PKP menjadi salah satu pilar penting dalam pelayanan gereja kita, GPIB yang kita cintai.

     Selamat bersyukur dan bersukacita di dalam TUHAN untuk HUT Pelkat PKP GPIB ke-53 tahun. Di dalam tuntunan kuasa dan kasih-Nya, kita dapat menjadi perempuan-perempuan bersahaja yang berkenan di hadapan Allah, diberkati dan menjadi berkat bagi banyak orang.

     Segala kemuliaan hanya bagi Allah.

DIRGAHAYU KE-53 PELKAT PKP GPIB


UNIT MISIONER MAJELIS SINODE GPIB 2015-2020
DEWAN PERSEKUTUAN KAUM PEREMPUAN GPIB 2015-2020

VICORA VD MUUR-TULENDE, ATY UGUY-SOEBROTO, DHOROTHEA TOBOGU-RINDO-RINDO, MARGO PATTIRADJAWANE-TANASALE, YUNITA PATIPEILOHO-TUMILAAR, DENNY RORI-TAMBANI, ROSYE MANUPUTTY-KASIHA, EVIE LENAUW-RAWUNG, ANITAKARI ANNA HENRIETTE MANONGKO-RUNTUKAHU.





Dalam rangka memperingati HUT GPIB ke 70 tahun dan berdasarkan Keputusan Sidang Majelis Sinode tanggal 14 Januari 2018 memutuskan Departemen PEG Bidang IV akan melakukan kegiatan penggalangan dana dengan cara menerbitkan kartu uang elektronik isi ulang / e-money yang bekerjasama dengan 3 (tiga) Bank yaitu : Bank BRI, Bank Mandiri dan Bank BCA. Jumlah kartu yang akan diterbitkan sebanyak 10.000 kartu. Tujuan dari kegiatan penggalangan dana ini adalah untuk membiayai program Unit-unit Misioner di lingkungan Majelis Sinode GPIB.

Harga jual 1 (satu) kartu uang elektronik isi ulang / e-money ini sebesar Rp 125,000 dengan perincian sebagai berikut : 

No
Keterangan
Nilai
1Sumbangan kasih untuk mendanai program Unit-unit Misioner
Rp 105.000
Majelis Sinode + Harga cetak Kartu + isi kartu Rp 20.000.
2Sumbangan kasih untuk Gereja setempat
Rp 10.000
3
Jumlah
Rp 125,000

Majelis Sinode GPIB mengharapkan e-money ini agar dapat didistribusikan sebelum PST 2018 – Bekasi, maka surat pesanan pembelian e-money tersebut diatas dari Jemaat sudah dapat diterima oleh tim kerja selambat lambatnya pada minggu pertama bulan Februari 2018. Pilihan kartu dan surat pesanan dan nama tim kerja e-money GPIB sesuai data terlampir.

Demikian hal ini disampaikan dan diharapkan Jemaat dapat turut berpartisipasi dalam kegiatan ini agar penggalangan dana untuk membiaya program kerja Majelis Sinode dapat terlaksana dengan baik.

Tuhan Memberkati kita.

 
  
 

Nama dan No Telepon Tim Kerja e-money Majelis Sinode:

  1. Bpk Leo Worotikan.
    No. Tel : 0818416620
    e-Mail : erwintoar@yahoo.com
  2. Bpk Vicky Montung.
    No. Tel : 0817199635
    e-Mail : vq.montung@gmail.com



     Mengajak jemaat untuk melakukan aksi AYO MENABUNG SAMPAH sebagai gerakan dunia mendukung pengurangan volume sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) dengan program 3 R (Reduce, Reuse, Recycling)

  1. Hari menabung ditentukan yaitu :
    • Hari Kamis, Pukul 14.00 – 17.00
    • Hari Sabtu, Pukul 14.00 – 17.00
    • Hari Minggu, Pukul 08.00 – 12.00
  2. Petugas yang dapat dihubungi:
    • Bpk. Gustaf Pella : HP 0812-9692-685
    • Bpk. Medi Waluya : HP 0818-273-321
    • Bpk. Japer Situmorang : HP 0813-1903-0359
  3. Pengambilan tabungan pada setiap periode penjualan sampah selesai dilakukan.
  4. Menjaga kebersihan lingkungan gereja.







GPIB telah melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.



Ruang KMJ

     Apa itu Persepsi? Persepsi berarti pemahaman atau sudut pandang dalam melihat sesuatu Obyek yang diamatinya berdasarkan azas Selektif dan Subyektif. Faktor penyebab perbedaan, antara lain:

  •  Perbedaan fokus perhatian
  •  Adanya cita-cita dan harapan terhadap pandangan yang ada
  •  Perbedaan kebutuhan
  •  Sistim nilai dan asumsi
  •  Kepribadian

     Biasanya persepsi lebih cepat daripada berpikir biasa yang memerlukan proses yang panjang. Persepsi bersifat spontan dan kontak langsung berdasarkan asosiasi, asumsi-asumsi atau dugaan-dugaan dan diekspresikan secara reflek atau langsung. Persepsi dapat mempengaruhi kita secepatnya.

     Sering terjadi seseorang terlalu cepat memberikan penilaian negatif (buruk) terhadap sesamanya, karena memang dia tidak senang atau tidak suka terhadap sesamanya itu. Orang itu telah memberi stigma (cap atau kesan), bahwa memang sesamanya itu tidak baik, sehingga walaupun orang lain mengatakan dia baik dan bagus, ia tetap pada sikap dan penilaiannya semula. Persepsinya sulit untuk diubah.

     Ketahuilah, bahwa di dalam dunia ini memang banyak yang dapat dilihat, tetapi kita tidak dapat melihat semuanya, karena kita mempunyai keterbatasan-keterbatasan. Penilaian si “A” terhadap apa yang dilihatnya bisa saja berbeda dengan penilaian si “B”, bergantung pada focus yang diamatinya. Dengan demikian persepsi bisa subyektif, tergantung dari sudut mana kita melihat dan menilainya. Persepsi anggota Jemaat “A” di dalam menilai sosok seorang Pendeta bisa berbeda dengan persepsi si “B” ketika dia menilai Pendeta yang lain. Karena memang tidak ada di dunia ini dua orang Pendeta yang sama, tidak ada dua orang Presbiter yang sama, tidak ada dua orang Warga Jemaat yang sama. Apakah sikap perilakunya, karunia-karunianya. Sering stimulan (keragaman) yang berbeda itu kita beri makna: Ia adalah Pendeta yang energik, seorang Pendeta yang berbobot. Ia seorang Pendeta yang rendah hati, Pendeta yang malas, tidak berbobot, Pendeta yang tinggi hati, dan sebagainya. Namun sebaliknya, persepsi yang sama bisa obyektif (fair) oleh karena ada pengalaman yang sama yang pernah terjadi.

     Sikap perilaku, karunia-karunia dan karakter seorang Pendeta berbeda satu sama lain. Tidak dapat digeneralisir atau dianggap bahwa semuanya harus seragam, seperti cita-cita dan harapan-harapannya. Sikap seorang pemimpin sangat mempengaruhi tingkah laku dan kebijakan-kebijakan yang diambilnya. Belum lagi faktor-faktor yang ikut mempengaruhinya, seperti latar belakang pendidikan, lingkungan sosial, pengalaman-pengalaman dan sebagainya.

     Biasanya persepsi yang berbeda timbul karena kita melihat dari kaca-mata orang lain dan tidak mau berusaha untuk menyamakan persepsi dan melihatnya dari kaca-mata atau sudut pandang yang sama. Di sinilah diperlukan kearifan dan kebijakan. Walaupun kita melihat dari sudut pandang masing-masing, namun yang penting adalah kita belajar untuk menghargai perbedaan persepsi atau menyatukan perpsepsi kita masing-masing, sehingga kita tidak bersikap negatif thinking (selalu berpikir buruk) terhadap seseorang.

     Sikap dan tingkah laku seorang Pendeta di tengah-tengah Jemaat dapat membentuk persepsi Warga Jemaat terhadap Pendeta tersebut. Pertanyaan yang muncul adalah: Pendeta yang baik itu bagaimana? Anggota Jemaat “A” mengatakan, bahwa Pendeta yang baik itu harus memenuhi kriteria-kriteria:

  •  Takut akan Tuhan
  •  Profesional dalam bidangnya
  •  Memiliki dedikasi dan integritas yang tinggi
  •  Berwawasan Oikumenis
  •  Mampu menyelesaikan masalah dengan bijaksana

     Sementara Warga Jemaat “B” menilainya dengan kriteria yang berbeda. Misalnya: khotbahnya bermutu, rajin berkunjung, memiliki moralitas yang baik, memiliki spiritualitas, dapat bekerjasama dengan orang lain, dan sebagainya.

     Apa yang kita lihat di sini adalah bahwa persepsi yang tidak sama terkesan sangat subyektif. Apalagi kalau penilaian kita itu sudah diawali dengan asosiasi-asosiasi yang macam-macam. Dengan demikian persepsi yang berbeda-beda itu bukan untuk kita pertentangkan, melainkan kita berusaha untuk menyamakan persepsi kita, mencari titik temu persamaannya.

     Di sinilah diperlukan visi (tujuan) dari suatu Jemaat. Seorang pemimpin pasti mempunyai visi. Gereja/Jemaat yang dipimpinya juga mempunyai visi. Seorang pemimpin yang bijak tidak akan membawa visinya, tetapi akan menyesuaikan diri dengan visi Gereja/Jemaat itu. Mengapa dalam suatu Jemaat seringkali terjadi benturan-benturan, friksi-friksi dengan Pendeta di tengah Jemaat? Alasannya, karena Jemaat itu tidak mempunyai visi yang jelas.

 
 

 
 



Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535.jpg
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535
Buang Sampah Pada Tempatnya
Pilahlah Sampah
Gotong Royong

Flag Counter


Woro-woro




Penggalangan Dana Majelis Sinode melalui Penerbitan Kartu E-Money

Dalam rangka memperingati HUT GPIB yang Ke-70 tahun dan untuk mendukung pembiayaan program Unit-unit Misioner di lingkungan Majelis Sinode GPIB, maka akan dilaksanakan kegiatan penggalangan dana oleh Departemen PEG Bidang IV, dengan cara menerbitkan kartu uang elektronik isi ulang / e-money yang bekerjasama dengan 3 (tiga) Bank yaitu : Bank Mandiri, Bank BCA dan Bank BRI.

Majelis Sinode GPIB mengharapkan e-money ini agar dapat didistribusikan sebelum PST 2018 – Bekasi, maka surat pesanan pembelian e-money dari Jemaat diharapkan dapat diterima oleh tim kerja selambat lambatnya pada minggu pertama bulan Februari 2018.

Harga jual 1 (satu) kartu uang elektronik isi ulang / e-money ini sebesar Rp 125.000,-






SIARAN RADIO GPIB

GPIB telah melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.