Anda harus mengaktifkan JavaScript agar bisa mendapatkan informasi-informasi kami. Atau mungkin browser anda tidak mendukung JavaScript

GPIB "ZEBAOTH" Bogor , Anggota ti Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat - Gereja Protestan di Indonesia bagian Kulon - Protestant Church in the Western part of Indonesia - De Protestantse Kerk Westelijk Indonesie. Anu mangrupa salah sahiji ti 53 jemaat mimiti GPIB di warsih 1948. Gereja ieu perenahna di puseur dayeuh Bogor ti Indonesia sarta mangrupa hiji-hijina gereja anu aya dina lingkungan Kebun Raya Bogor. Peletakan batu kahiji gedong gereja Zebaoth dipigawe dina 30 Januari 1920 sarta dibere wasta Köningin Wilhelminakerk.

SAMPURASUN

WARTOS

“Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran” (Amsal 17:17)

     â€œAku Temanmu”, itulah tema yang diusung oleh Dewan Pelayanan Kategorial Persekutuan Teruna untuk mensyukuri hari ulang tahunnya yang ke-36. Sederhana. Namun, sarat makna. Sejatinya sebagai makhluk sosial, kita tidak bisa hidup sendirian. Kita butuh teman. Jadi, pertemanan adalah sebuah karunia. Siapakah yang bisa kita jadikan teman? Semua orang, termasuk mereka yang berbeda dengan kita. Kenapa begitu? Karena kita meneladani Kristus. Sebenarnya, kita tidak layak menjadi temannya Kristus. Kalau Dia mau berteman dengan kita yang hina dan berdosa ini, masakan kita tidak mau berteman dengan orang yang berbeda dengan kita? Bahkan Kristus memerintahkan kita untuk mengasihi semua orang, tanpa terkecuali.

     Sobat teruna dan pelayan teruna terkasih, menjadi teman bagi orang lain tentunya harus menjadi berkat. Salah satunya adalah menjadi pembawa damai. Kita sudah mendeklarasikan beberapa waktu lalu bahwa kita adalah Teruna-Teruna Pembawa Damai. Pembawa damai sudah menjadi gaya hidup kita. Di tengah hiruk pikuk perpecahan, pertikaian, kompetisi, fitnah dan saling menjatuhkan, pementingan diri sendiri dan banyaknya dendam serta permusuhan, menjadi pembawa damai adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan.

     Mari kita mulai dari lingkup yang sederhana dan paling kecil, mulai dari keluarga sendiri. Kemudian meluas ke lingkungan tempat tinggal, sekolah, gereja dan masyarakat. Begitu pun di tengah keberagaman dan kemajemukan suku, ras dan agama yang ada di Indonesia, sebagai orang percaya, kita pun harus membawa damai.

     Membawa damai bisa lewat sikap, perkataan dan tindakan. Bijaksana dalam berkata-kata dan bertindak, sehingga kata-kata, sikap dan tindakan kita tidak menyakiti orang lain. Apakah kita gembira membaca ujaran kebencian di media sosial atau bahkan kita gemar menuliskan ujaran kebencian tersebut? Menyebarkan berita hoaks dan bahkan memprovokasi pihak yang bertikai? Mari hadir di dalamnya, hadir sebagai pembawa damai.

     â€œAku Temanmu” artinya kita harus mengupayakan penyelesaian masalah dan memberikan pengampunan. “Aku Temanmu” artinya kehadiran kita tidak membawa ketakutan, melainkan kesejukan. “Aku Temanmu” artinya pegang erat tanganku, kita belajar bersama, kita berjuang bersama menuju masa depan yang gemilang. Walaupun berbeda, aku adalah temanmu.

     Sobat teruna dan pelayan teruna terkasih, selama 36 tahun kita meyakini bahwa Allah selalu menolong kita di dalam melakukan pelayanan dan kesaksian di Pelkat Persekutuan Teruna GPIB ini dan membentuk kita untuk senantiasa menjadi pembawa damai, karena damai itu adalah kita. Oleh karena itu, kita harus memperlengkapi diri kita dengan benar di dalam kerendahan hati, agar kita dimampukan melakukan apa yang Dia inginkan.

     Rangkaian acara Hari Ulang Tahun Pelkat PT ke-36 telah disusun. Kita mengajak teman- teman remaja lainnya tanpa melihat denominasi gerejanya atau pun agamanya untuk bermain bersama dengan permainan yang mempersatukan, permainan tradisional Indonesia. Para pelayan teruna juga mempersiapkan teruna-teruna untuk menjadi saksi di tengah masyarakat yang multikultural ini. Selain itu, kita akan mengunjungi mereka yang terpapar berbagai penyakit serius, mereka yang ketergantungan obat-obatan, mereka yang terkena bencana dan memberitahu kepada mereka bahwa kita adalah temannya, teman yang membawa kabar baik dan pengharapan kepada mereka. Mari kita juga meramaikan media sosial kita dengan postingan yang membawa kesejukan, membawa harapan dan semangat. Sehingga dengan demikian, semakin banyak orang mengenal Kristus dan semakin bertambahlah bilangan orang percaya.

     Sobat teruna dan pelayan teruna terkasih, mari kita rayakan hari ulang tahun ini dengan luapan kegembiraan dan melakukan kegiatan-kegiatan bermakna kekal. Bergembira karena kita adalah temannya Kristus. Biarlah segala hormat dan kemuliaan hanya untuk TUHAN YESUS KRISTUS, Sang Pemilik Pelayanan.

Selamat ulang tahun ke-36 Pelkat Persekutuan Teruna GPIB!
“Terus maju dan berkarya untuk gereja, bangsa dan Negara”

MAJELIS SINODE GPIB XX

Ketua Umum :     Pdt. Drs. Paulus Kariso Rumambi, M.Si
Ketua I :     Pdt. Marthen Leiwakabessy, S.Th.
Ketua II :     Pdt. Drs. Melkisedek Puimera, M.Si
Ketua III:     Pdt. Maureen S. Rumeser-Thomas, M.Th.
Ketua IV:     Pen. Drs. Adrie Petrus Hendrik Nelwan
Ketua V:     Pen. Mangara Saib Oloan Pangaribuan, SE.
Sekretaris Umum:     Pdt. Jacoba Marlene Joseph, M.Th.
Sekretaris I:     Pdt. Elly Dominggas Pitoy-de Bell, S.Th.
Sekretaris II:     Pnt. Sheila Aryani Salomo, SH.
Bendahara:     Pen. Ronny Hendrik Wayong, SE.
Bendahara I:     Pen. Eddy Maulana Soei Ndoen, SE.

UNIT MISIONER MAJELIS SINODE GPIB 2015-2020
Dewan Persekutuan Teruna GPIB 2015-2020
Luciana Lewerissa-Siahaan, Valentino Sopacua, Rita Octavianti, Anne Tompodung,
Gerald Tumelap, Marthin Rudolf Saiya, Heidi Lepar, Grace Metanfanuan



 

     Mengajak jemaat untuk melakukan aksi AYO MENABUNG SAMPAH sebagai gerakan dunia mendukung pengurangan volume sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) dengan program 3 R (Reduce, Reuse, Recycling)

  1. Hari menabung ditentukan yaitu :
    • Hari Kamis, Pukul 14.00 – 17.00
    • Hari Sabtu, Pukul 14.00 – 17.00
    • Hari Minggu, Pukul 08.00 – 12.00
  2. Petugas yang dapat dihubungi:
    • Bpk. Gustaf Pella : HP 0812-9692-685
    • Bpk. Medi Waluya : HP 0818-273-321
    • Bpk. Japer Situmorang : HP 0813-1903-0359
  3. Pengambilan tabungan pada setiap periode penjualan sampah selesai dilakukan.
  4. Menjaga kebersihan lingkungan gereja.





GPIB telah melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.



Ruang KMJ

     Pada bagian paling dasar dari pemahaman tentang keselamatan, kita sesungguhnya mempersoalkan kasih. Kasih Allah terhadap manusia itu sekaligus berarti Allah ‘mengerti’ keadaan manusia. Manusia bisa menyembunyikan masalahnya, dan mengelabuhi sesama dengan penampilan. Banyak orang malahan menipu dirinya sendiri secara sengaja. Akan tetapi Tuhan Allah mengerti sampai bagian paling dalam dari kebutuhan manusia. Sebab itu maka Yesus memanggil orang–orang, yang oleh sesama mungkin dianggap ‘tidak pantas’ untuk dipanggil.

     Manusia sering keliru dalam menanggapi kebutuhan keselamatan dari sesamanya. Ada orang–orang yang ‘diasumsikan’ sudah beres, dan ada orang–orang yang diasumsikan sebagai tidak akan pernah bisa beres. Yesus menempatkan semua manusia pada level yang sama. Mereka semua berdosa, dan mereka semua, tanpa kecuali. Sebab itu Yesus menggunakan istialh ‘sakit’ untuk menggambarkan keadaan berdosa. Memang, seorang berdosa, secara rasional memutuskan sendiri untuk melakukan tindakan yang salah. Akan tetapi keputusan itu bertumpu pada roh yang sakit karena dosa. Dengan menyelamatkan manusia dari kuasa dosa, maka orang akan mengalami penyembuhan rohani, dan dengan demikian dia akan melakukan tindakan–tindakan yang benar. Sebab itu, tidak ada hati yang terlalu keras sehingga tidak tertembus oleh jamahan Yesus (Ibarat tetesan air di gua batu).

     Tindakan Yesus ini merupakan contoh pelayanan yang bertolak dari prinsip pastoral. Pelayanan harus bertolak dari prinsip–prinsip yang jelas. Bahwa semua orang membutuhkan keselamatan, karena semua orang jatuh ke dalam dosa, semua orang berada dalam pergumulan. Bahwa kita tidak boleh menilai orang dari jauh, melainkan bahwa kita harus mendekati orang, dan berusaha mengerti dia dalam permasalahannya (empati). Proses–proses dalam kehidupan modern serta penetrasi individualisme ke dalam perilaku manusia, dengan satu dan lain cara, mempengaruhi hidup bergereja. Sehingga pertanyaan kritisnya adalah, apakah kita sekarang masih punya cukup kepekaan dan cukup kerelaan untuk mendekati sesama, yang kita pandang dengan asumsi negatif. Ini juga ujian bagi kita untuk rela bergaul dan mendekati orang–orang yang barangkali secara ‘obyektif’ memang memiliki sifat dan sikap negatif. Dalam hal inilah kita ‘memberlakukan kasih’.

     Iman Kristen, sesungguhnya tidak bertolak dari ‘teori’. Iman Kristen bertolak dari ‘praktek’ Allah yang datang untuk melakukan ‘tindakan’ penyelamatan terhadap dunia. Praktek dan tindakan Allah ini yang kemudian direfleksikan secara teoritis. Karena itu melakukan debat–debat teoritis, mungkin perlu, akan tetapi sama sekali tidak cukup. Mengetahui dan menghafal hukum kasih atau hukum Taurat, bahkan seluruh Alkitab sekalipun, belum merupakan ukuran kesungguhan kristiani. Masalahnya bukanlah bagai mana kita ‘mempersoalkan masalah’. Sebab masalah itu secara obyektif sudah ada. Juga tidak cukup bila kita hanya sekedar merumuskan masalah dan mengemukakan kesimpulan kita mengenai masalahnya. Yang menjadi soal adalah bagaimana memecahkan masalah. Perumusan masalah masih belum merupakan langkah paling akhir. Pemecahan masalah lah yang merupakan langkah akhir. Pemecahan masalah selalu berakhir dalam praktek. Bukan dalam teori. Mengundang sesama untuk datang pada keselamatan juga, selalu harus berakhir dalam praktek. Bukan sekedar dalam teori. Karena itu seluruh ajaran harus dinilai dengan prakteknya. Karena itu pula maka Yesus kerap berseberangan dengan para ahli Taurat. Belajar dari teladan Yesus, maka kita harus membuat iman kita menjadi operasional dalam perilaku. Bukan sekedar teori belaka.

 
 

 
 



Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535.jpg
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535
Buang Sampah Pada Tempatnya
Pilahlah Sampah
Gotong Royong

Flag Counter


Woro-woro




SIARAN RADIO GPIB

GPIB telah melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.